Bombana Gelar Festival Seni Moronene 2025, Pertunjukan Budaya Warnai Malam Pembukaan

Listen to this article
Bombana Gelar Festival Seni Moronene 2025, Pertunjukan Budaya Warnai Malam Pembukaan. (Foto: Dok. PPID Bombana)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, BOMBANA – Gemerlap lampu panggung yang memantul di langit Kasipute menjadi pertanda dimulainya Festival Seni Budaya Moronene Tahun 2025. Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, didampingi Ketua TP PKK Bombana, Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos, hadir dan membuka kegiatan yang berlangsung di Alun-alun Masjid Raya Bombana pada malam hari. Senin, 17/11/2025.

Sejak senja, warga Bombana sudah mulai berdatangan ke area alun-alun. Lampu-lampu panggung memantulkan warna-warna lembut ke arah penonton, sementara pedagang kuliner memenuhi tepi area, menambah aroma jajanan malam yang khas. Perlahan, kerumunan warga semakin padat hingga acara dimulai.

Sejumlah pejabat daerah turut hadir, termasuk Forkopimda, Pj. Sekda, Asisten Bupati, Staf Ahli, dan para Kepala Perangkat Daerah. Suasana malam terasa hidup; keluarga, pelajar, dan masyarakat umum berbaur dalam antusiasme yang sama.

Berbagai kesenian lokal tampil mengisi panggung utama, di antaranya:

1. Tari Panen – SDN 08 Kasipute

2. Tari Dewi Padi – SMAN 11 Bombana

3. Tari 5 Etnis – SMAN 11 Bombana

 

Sorotan lampu yang berganti-ganti membuat setiap penampilan terlihat lebih dramatis. Wajah-wajah penari muda tampak bersinar di bawah cahaya panggung, membawa suasana malam ke dalam ritme budaya Moronene.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menegaskan bahwa pelestarian budaya Moronene memerlukan ruang tampil yang berkelanjutan.

“Festival ini tidak boleh berhenti di tahun ini saja. Kita ingin menjadikannya agenda rutin agar budaya Moronene tetap hidup dan berkembang,” ujarnya di hadapan ribuan warga.

Ia juga mengingatkan pentingnya melibatkan generasi muda dalam menjaga warisan seni daerah.

“Budaya adalah jati diri kita. Jika tidak dijaga bersama, ia bisa hilang perlahan,” tambahnya.

Penyelenggaraan festival ini memiliki tiga tujuan utama:

1. Melestarikan budaya Moronene sebagai identitas asli Bombana.

2. Memberikan ruang ekspresi bagi generasi muda, terutama dalam seni tari dan musik tradisional.

3. Menguatkan sektor pariwisata melalui pengenalan seni dan budaya daerah.

 

Kegiatan malam hari dipilih karena memberi ruang lebih luas bagi warga untuk hadir dan menikmati pertunjukan setelah beraktivitas sepanjang hari.

Budaya Moronene merupakan salah satu kekayaan lokal Bombana yang perlu terus dirawat. Di tengah perkembangan zaman dan perubahan pola hidup, kegiatan seni tradisional menghadapi tantangan ruang dan regenerasi. Festival ini menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali ruang publik bagi kesenian daerah dan melibatkan pelajar sebagai pewaris budaya.

Acara berlangsung hingga larut malam. Penonton tetap memenuhi area alun-alun, sebagian duduk, sebagian berdiri lebih dekat ke panggung. Sorot lampu, tepuk tangan penonton, dan irama musik tradisional berpadu menciptakan suasana yang hangat.

Festival Seni Budaya Moronene 2025 bukan hanya penampilan seni. Ia adalah perayaan identitas, pengingat jati diri, dan langkah bersama untuk memastikan budaya Moronene tetap hidup untuk generasi berikutnya.(ds/mdn/ono)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar