Lapas Kendari Kenalkan Produk Unggulan Napi “Roti Berkah Ibu”

Listen to this article
WBP saat membuat adonan roti yang akan dijual di Lapas Kendari, Sulawesi Tenggara (18/11/2025). (Ist)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendari Sulawesi Tenggara, mengenalkan produk usaha unggulan yang dikelola Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) atau narapidana yang diberi nama “Roti Berkah Ibu”.

 

Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Kerja (Bimnaker) Lapas Kelas IIA Kendari Al Jamin di Kendari, Selasa, mengatakan bahwa produk ini menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian yang bertujuan membekali warga binaan agar memiliki keterampilan wirausaha dan mampu mandiri setelah bebas.

 

Ia menyampaikan pembuatan roti ini merupakan salah satu dari berbagai kegiatan pembinaan kemandirian di Lapas, selain perbengkelan las, pertukangan kayu dan bengkel motor.

 

“Pembuatan roti ini adalah salah satu produk unggulan kami di Lapas. Alhamdulillah ini masih tahap-tahap kita untuk memulai, karena ini adalah satu UMKM yang menjadi komitmen kami agar setiap pelaku usaha di Lapas melaksanakan peningkatan produk,” ujarnya.

 

Dia mengungkapkan bahwa saat ini pasar dari hasil tangan mereka itu dijajakan terbatas bagi warga binaan, pegawai, hingga pengunjung atau pembesuk Lapas Kendari.

 

Namun, pihaknya menargetkan akan memperluas pasar hingga ke berbagai toko, bahkan ke coffee shop di Kota Kendari, Sultra.

 

“Target kami untuk meningkatkan ini bagaimana supaya berkembang atau maju, ya kami akan menjual ke luar. Hanya yang kami urus sekarang pertama izin hak patennya, kemudian izin dari BPOM Kesehatan,” jelasnya.

 

Al Jamin menjelaskan bahwa roti-roti yang dijual tersebut dijual bervariasi, mulai dari Rp5 ribu hingga Rp15 ribu, dengan standar pembuatan yang ketat untuk menjamin mutu dari roti itu.

 

Sementara itu, Koordinator Pembuatan Roti Berkah Ibu Lapas Kendari Muhammad Yusuf Yahya menyampaikan bahwa proses pengembangan kemandirian wirausaha tersebut, mereka telah mendapatkan pelatihan dari instruktur yang berpengalaman, yang difasilitasi oleh Lapas Kendari, untuk mengajarkan mereka cara membuat roti yang baik dan benar.

 

“Semua yang bekerja di sini warga binaan, total ada sembilan orang semua,” ucap Yusuf Yahya.

 

Dia menjelaskan program pembinaan kemandirian yang mereka jalankan dalam membuat roti tersebut juga telah mendapatkan apresiasi dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI.

 

“Roti Berkah Ibu yang kita namakan hari ini, mendapatkan apresiasi (kementerian). Dan insya Allah Pak Kalapas sendiri berharap ini nanti akan eksis sampai keluar,” sebutnya.

 

Ia menjelaskan saat ini produksi roti tersebut baru dimaksimalkan hingga empat kilogram dalam satu hari, dengan jumlah 130 buah roti. Untuk penjualannya tersendiri baru menyasar kalangan warga binaan dan sudah mulai menerima pesanan dari luar, termasuk dari Bupati Konawe Selatan (Konsel).

 

Muhammad Yusuf Yahya menambahkan untuk memperluas pasar, mereka tengah memproses kemitraan dengan beberapa pihak luar sembari Lapas Kendari mempersiapkan legal standing termasuk merek dagang dan dokumen BPOM.

 

“Alhamdulillah, bulan kemarin WBP yang terlibat mendapatkan insentif masing-masing Rp500.000 dari hasil total penjualan. Dan insya Allah ke depan, kami sudah buat proyeksi insentifnya akan naik terus,” tambahnya.(ds/ono)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar