BKKBN Maluku Gencarkan Program Tamasya untuk Kesiapsiagaan Keluarga

Listen to this article
Webinar Tamasya bertema Orang Tua Tanggap Darurat: Pertolongan pertama untuk anak usia dini (ds/ANTARA/Dedy Azis)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, AMBON – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Maluku menggencarkan Program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan keluarga dalam menghadapi kondisi darurat pada anak usia dini.

 

Kepala Perwakilan BKKBN Maluku Mauliwaty Bulo di Ambon, Senin, menekankan pentingnya edukasi pertolongan pertama bagi orang tua dan pengasuh, terutama pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang merupakan periode emas tumbuh kembang, sekaligus fase rentan bagi anak.

 

“Pada momen genting, orang tua adalah pihak pertama yang berada di sisi anak. Karena itu pemahaman yang tepat tentang penanganan awal sangat menentukan keselamatan,” ujarnya dalam webinar Tamasya bertema “Orang Tua Tanggap Darurat: Pertolongan Pertama untuk Anak Usia Dini” dengan menghadirkan narasumber dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Maluku Agnes A. Pelapelapon.

 

Menurut dia, banyak kasus gawat darurat seperti tersedak, demam tinggi, kejang, hingga cedera akibat jatuh, atau luka bakar, justru terjadi di lingkungan rumah.

 

Oleh sebab itu, katanya, Program Tamasya dirancang sebagai ruang belajar keluarga yang sederhana, aplikatif, dan mudah dipahami, sehingga orang tua dapat menerapkan langkah-langkah pertolongan pertama sesuai kebutuhan.

 

“Pada webinar ini BKKBN Maluku bekerja sama dengan IDAI untuk memastikan seluruh materi yang diberikan bersifat medis, akurat, dan relevan dengan kondisi lapangan,” ucapnya.

 

BKKBN berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan keluarga, memperkuat kemampuan pengasuh dan tenaga pendidik PAUD, serta mendukung peran kader dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam memberikan edukasi keamanan anak.

 

“Semoga ilmu yang dibagikan benar-benar membantu keluarga di Maluku mewujudkan rumah yang lebih aman, penuh kehangatan, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” kata Mauliwaty.

 

Sementara itu perwakilan IDAI Maluku Agnes A. Pelapelapon menjelaskan pertolongan pertama pada anak mencakup langkah-langkah sederhana yang perlu dikuasai orang tua agar dapat bertindak cepat saat keadaan darurat.

 

Pada kasus tersedak, kata dia, orang tua dapat memberikan lima pukulan punggung dan lima dorongan dada atau manuver Heimlich sesuai usia anak. Saat demam tinggi, kompres hangat, cukup cairan, dan obat penurun panas menjadi tindakan awal yang dianjurkan.

 

Jika anak mengalami kejang, lanjutnya, posisikan tubuh anak miring dan jauhkan benda berbahaya tanpa memasukkan apapun ke mulutnya. Cedera akibat jatuh dapat ditangani dengan kompres dingin dan pemeriksaan tanda bahaya.

 

Sementara untuk luka bakar, kata dia, membutuhkan pendinginan dengan air mengalir selama 10–20 menit dan penutupan dengan kain bersih. Langkah-langkah dasar ini membantu orang tua memberikan penanganan awal yang tepat sebelum anak dibawa ke tenaga medis.(ds/antara)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar