Andi Sumangerukka Beri Penghargaan Daerah Pembentuk Desa Tangguh Bencana

Listen to this article
Gubernur Sultra Andi Sumangerukka (kiri) saat menyerahkan penghargaan pembenutkan desa tangguh bencana kepada Bupati Koltim Yosep Sahaka (kedua kiri) di Kendari, Sulawesi Tenggara (24/11/2025). (Ist)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka memberikan penghargaan kepada daerah-daerah pembentuk desa tangguh bencana di wilayah provinsi setempat.

 

Gubernur Sultra Andi Sumangerukka saat ditemui di Kendari, Senin, mengatakan bahwa saat ini terdapat 10 daerah yang telah membentuk desa tangguh bencana di wilayah Bumi Anoa.

 

“Kabupaten Buton, Konawe, Kolaka, Kolaka Timur, Konawe Selatan, Buton Utara, Konawe Utara, Buton Tengah, Kota Kendari, dan Kota Baubau (yang mendapat penghargaan),” kata Andi Sumangerukka.

 

Dia menyebutkan bahwa desa tangguh bencana tersebut dibentuk sebagai upaya dari pemerintah dalam memitigasi dan meningkatkan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi bencana alam yang sewaktu-waktu bisa melanda.

 

Berdasarkan data terdapat sebanyak 56 desa tangguh bencana yang telah terbentuk di Sultra, dengan desa tangguh bencana terbanyak terdapat di Kabupaten Kolaka sebanyak 29 desa yang terbentuk, kemudian Buton tengah sebanyak tujuh desa, Buton enam desa, Buton Utara empat desa, Konawe Utara dua desa, Kota Kendari dan Kota Baubau masing-masing dua desa/kelurahan, Konawe dua desa, Konawe Selatan satu desa, serta Kabupaten Kolaka Timur satu desa.

 

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sultra La Ode Saifuddin menyampaikan bahwa desa dan kelurahan tangguh bencana tersebut ditargetkan dapat dibangun di seluruh kabupaten dan kota di Sultra.

 

“Saat ini masih terdapat tujuh daerah yang belum memiliki desa atau kelurahan tangguh bencana, yaitu di Kabupaten Muna, Muna Barat, Wakatobi, Buton Selatan, Konawe Kepulauan, Bombana, dan Kolaka Utara,” ucap Saifuddin.

 

Ia berharap agar seluruh kabupaten/kota di Bumi Anoa ini dapat segera membentuk desa/kelurahan tangguh bencana. Sebab, ke depan tidak menutup kemungkinan simulasi penanggulangan bencana akan dilaksanakan juga di desa atau kelurahan di Sultra.

 

Saifuddin menjelaskan bahwa pihaknya telah melaporkan rencana pelaksanaan simulasi penanggulangan bencana di desa/kelurahan tersebut kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bahkan, BPBD Sultra juga telah mengusulkan agar tahun berikutnya digelar lomba desa atau kelurahan tangguh bencana.

 

Adapun syarat pembentukan desa dan kelurahan tangguh bencana mencakup kesiapan wilayah serta pembentukan forum penanggulangan bencana sebagai wadah koordinasi di tingkat daerah.

 

“Kami juga mengusulkan ke Kemendagri agar desa atau kelurahan yang menjadi juara lomba wajib memiliki desa atau kelurahan tangguh bencana. Jika tidak, akan kami anulir, karena ketangguhan menghadapi bencana adalah tanggung jawab seluruh masyarakat, bukan hanya BPBD,” tambahnya.(ds/ono)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar