Bulog Kolaka Siapkan 13 Ribu Ton Beras untuk Nataru 2025/2026

Listen to this article
Kantor Perum Bulog Cabang Kolaka, Sulawesi Tenggara. (Ist)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KOLAKA – Perum Bulog Cabang Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan 13 ribu ton beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam rangka perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 atau Nataru.

 

Kepala Perum Bulog Cabang Kolaka Deni Narde saat ditemui di Kolaka, Senin, mengatakan sebanyak 13 ribu ton yang tersedia tersebut pihaknya percaya bahwa kebutuhan masyarakat di Kolaka selama Hari Raya Natal dan Tahun Baru ke depan dapat terpenuhi dengan baik.

 

“Kami perkirakan kekuatan stok ini juga tahan sampai dengan bulan Agustus 2026,” kata Deni.

 

Deni menyebutkan bahwa ketersediaan beras yang ada di Gudang tersebut juga akan mendukung pelaksanaan operasi pasar dan pengendalian harga di tingkat konsumen melalui pasar murah, sehingga harga dapat terjaga dan masyarakat dapat merayakan Nataru dengan nyaman.

 

“Untuk melaksanakan operasi pasar dan kegiatan-kegiatan pengendalian harga ditingkat konsumen itu bisa terjaga dengan stok 13 ribu ton ini,” ujarnya.

 

Ia menambahkan bahwa stok tersebut nantinya juga dimanfaatkan untuk bantuan pangan beras dan saat ini pihaknya sering melayani pasar dengan memenuhi beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP).

 

 

 

“Dengan stok beras yang ada di gudang Bulog sekarang, saya yakin cukup aman untuk di salurkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang ada di Kabupaten Kolaka,” katanya.

 

Deni menuturkan bahwa selain beras, Bulog Kolaka memiliki stok gula pasir, yaitu sekitar 50 ton. Menurutnya, dengan ketersediaan gula pasir tersebut pihaknya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan juga bisa mengendalikan harga gula pasir yang ada di Kolaka.

 

“Selain gula pasir, kita juga punya stok minyak goreng yaitu kurang lebih sekitar 48 ribu liter dan dipastikan ketersediaannya juga ada di setiap bulan,” ucap Deni.

 

Ia menegaskan bahwa Bulog Kolaka terus terlibat dalam upaya mencukupi kebutuhan pangan masyarakat sepanjang Nataru, karena itu merupakan bagian dari usaha untuk mengendalikan harga komoditas pangan di tengah potensi tingginya permintaan saat Nataru.

 

“Jangan panik karena stok di Gudang Bulog cukup banyak, stok untuk intervensi pasar itu banyak, bila mana ada kenaikan harga kami bersama dengan pemerintah daerah khususnya Dinas Ketahanan pangan, Dinas Perdagangan, TNI dan Polri serentak melakukan Gerakan pangan murah dalam rangka stabilisasi harga pangan di tingkat konsumen,” jelasnya.(ds/ono)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar