Sultra Gelar Apel Siaga dan Simulasi Gempa–Tsunami 2025, Bombana Perkuat Kesiapsiagaan Daerah

Listen to this article
Wakil Bupati Ahmad Yani Hadiri Latihan Kesiapsiagaan yang Dipimpin Gubernur Sultra. (Foto: Dok. PPID Bombana)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melaksanakan Apel Siaga dan Simulasi Gempa Bumi serta Tsunami Tahun 2025 di halaman Kantor Gubernur Sultra, Senin (24/11/2025).

Kegiatan ini dipimpin langsung Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, S.E., M.M., dan dihadiri seluruh perangkat daerah dari berbagai kabupaten/kota.

Dari Kabupaten Bombana, Wakil Bupati Ahmad Yani, S.Pd., M.Si., hadir bersama Kepala BPBD Bombana, Drs. Hasdin Ratta, M.Si., dan jajaran teknis untuk mengikuti rangkaian latihan kesiapsiagaan tersebut. Kehadiran mereka menandai komitmen Bombana dalam memperkuat koordinasi penanganan darurat, khususnya terkait ancaman gempa bumi dan tsunami di kawasan pesisir.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemeriksaan pasukan dan kelengkapan peralatan penanganan bencana, mulai dari kendaraan operasional hingga perangkat komunikasi. Seluruh peserta kemudian mengikuti pembekalan teknis mengenai prosedur penanganan darurat, sistem komando, serta alur koordinasi lintas instansi.

Latihan ini dirancang untuk memastikan setiap unsur memahami tahapan respons cepat, mulai dari deteksi dini, tindakan evakuasi, hingga distribusi dukungan logistik pada saat bencana terjadi. Seluruh proses digelar terstruktur agar kemampuan bergerak cepat dan tepat dapat diuji secara langsung.

Simulasi penanganan gempa dan tsunami digelar dalam skenario lengkap yang melibatkan personel pemerintahan, aparat keamanan, tenaga kesehatan, serta relawan. Setiap bagian diuji agar mampu menjalankan perannya sesuai standar operasi penanggulangan bencana.

Kegiatan ini juga difokuskan pada peningkatan kecepatan komunikasi antarlembaga, terutama pada fase awal terjadinya bencana, ketika keputusan cepat menjadi faktor penentu keselamatan.

Pemerintah Kabupaten Bombana memanfaatkan kegiatan ini sebagai momentum evaluasi kesiapan daerah. Fokus utamanya mencakup pemerataan pelatihan, penyempurnaan prosedur lapangan, serta kesiapan sarana pendukung yang harus selalu berada dalam kondisi optimal.

Latihan ini menjadi titik penguatan bagi Bombana untuk memperbaiki pola koordinasi hingga ke tingkat kecamatan dan desa, terutama wilayah yang berpotensi terdampak tsunami.

Kegiatan Apel Siaga dan Simulasi Gempa–Tsunami diharapkan menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan bukan hanya tugas instansi tertentu, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat.

Dengan latihan rutin dan koordinasi yang semakin baik, Sulawesi Tenggara—termasuk Bombana—didorong untuk membangun budaya sadar bencana yang kuat dan berkelanjutan.(ds/mdn/ono)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar