Andi Sumangerukka Minta TPID Se-Sultra Gencarkan Pasar Murah Jelang Nataru

Listen to this article
Pemprov Sultra saat menggelar Rapat Koordinasi Pengendalian Infalsi Daerah jelang Nataru di Kendari, Sulawesi Tenggara (25/11/2025). (Ist)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka meminta kepada seluruh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di 17 kabupaten dan kota se-Sultra, untuk menggencarkan kegiatan pasar murah jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.

 

Gubernur Sultra Andi Sumangerukka saat ditemui di Kendari, Selasa, mengatakan bahwa langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dan mengendalikan gejolak inflasi menjelang Nataru. Selain itu, seluruh daerah juga diinstruksikan agar mengimplementasikan strategi 4K.

 

“Strategi 4K yang harus dijalankan meliput Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, Keterjangkauan Harga, dan Komunikasi Efektif antar unsur terkait,” kata Andi Sumangerukka saat melaksanakan Rapat Koordinasi Daerah TPID se-Sultra yang digelar di Kantor Gubernur.

 

Ia juga meminta kepada seluruh TPID agar menggandeng distributor dan lembaga pangan, seperti Perum Bulog Sultra, dalam melaksanakan Gerakan Pangan Murah atau GPM, dengan tujuan memberikan penjaminan terhadap ketersediaan serta menstabilkan harga pangan di wilayah Bumi Anoa.

 

Andi Sumangerukka juga mengungkapkan bahwa dalam menghadapi Nataru, Pemprov Sultra akan memberikan intervensi secara spesifik kepada daerah-daerah yang mencatatkan angka inflasi tinggi.

 

“Dari 17 kabupaten/kota ada daerah yang inflasinya tinggi, kita akan melakukan intervensi di daerah-daerah yang inflasinya tinggi makanya kita rakor dan menghadirkan 17 kabupaten/kota,” ujarnya.

 

Dia menjelaskan bahwa langka intervensi yang akan segera diambil, yaitu salah satunya dengan menggelar pasar murah untuk menekan harga.

 

“Saya memberikan stressing pada daerah-daerah yang mau melakukan itu akan saya beri bantuan,” jelasnya.

 

Andi Sumangerukka menegaskan bahwa Pemprov Sultra juga memberikan peringatan keras kepada seluruh distributor pangan. Distributor diminta tidak melakukan hal-hal yang berdampak pada kelangkaan maupun kenaikan harga pangan, seperti penimbunan maupun spekulasi harga.

 

Dalam kesempatan tersebut, Andi Sumangerukka secara khusus meminta kepada Satuan Tugas (Satgas) Pangan untuk memberikan tindakan dan sanksi tegas terhadap para distributor nakal yang berupaya merusak stabilitas harga.(ds/ono)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar