Bombana Luncurkan Program “Berani Harmonis Wonuaku” untuk Perkuat Kerukunan Sosial

DINAMIKA SULTRA.COM, BOMBANA —Pemerintah Kabupaten Bombana resmi meluncurkan Program Berani Harmonis Wonuaku di Balai Desa Anugerah, Kecamatan Lantari Jaya, Kamis (27/11/2025).
Program ini diarahkan untuk memperkuat harmoni sosial, menumbuhkan kepedulian warga, serta memperkuat peran desa dalam membina kerukunan masyarakat.
Suasana Balai Desa Anugerah tampak hidup sejak pagi. Warga, perangkat desa, serta sejumlah tokoh lokal berkumpul menyambut peluncuran Program Berani Harmonis Wonuaku, sebuah inisiatif yang dirancang untuk memperkuat jalinan sosial dan memberi perhatian lebih kepada kelompok rentan. Program ini diresmikan langsung oleh Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si, yang hadir bersama jajaran pemerintah daerah.
Dalam pelaksanaannya, program ini tidak hanya menekankan upaya mendorong semangat kebersamaan di tengah masyarakat. Pemerintah juga merangkaikannya dengan penyerahan bantuan operasional pembinaan Desa Sadar Kerukunan, sebuah dukungan yang memungkinkan desa memperkuat kerja-kerja sosial di tingkat akar rumput. Selain itu, pembagian tali asih berupa beras, paket sembako, dan kebutuhan dasar lainnya diberikan kepada warga yang membutuhkan, terutama kelompok yang selama ini berada dalam posisi rentan secara ekonomi maupun sosial.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bombana, Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos, yang dikukuhkan sebagai Bunda Tali Asih. Perannya diharapkan menjadi jembatan penggerak kepedulian sosial, sekaligus memperluas ruang pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat desa. Kehadiran perwakilan FKUB, tokoh masyarakat, camat, dan perangkat daerah menegaskan bahwa penguatan kerukunan tidak hanya tugas pemerintah, tetapi juga agenda bersama seluruh elemen warga.
Secara keseluruhan, program ini menempatkan kerukunan sebagai pilar penting pembangunan sosial. Pemerintah daerah menegaskan bahwa keharmonisan bukan sekadar slogan, melainkan fondasi yang harus dijaga melalui interaksi, dialog, dan kepedulian nyata. Melalui dukungan operasional, desa memiliki ruang untuk terus memfasilitasi kegiatan yang menyatukan warga, termasuk ruang diskusi, pelatihan toleransi, dan kegiatan sosial lainnya.
Sementara itu, penyaluran tali asih menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa pembangunan sosial tidak meninggalkan kelompok yang kurang beruntung. Bantuan yang diberikan diharapkan bukan hanya mengurangi beban sehari-hari, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan antarwarga di Desa Anugerah.
Program Berani Harmonis Wonuaku digagas sebagai langkah berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Bombana menilai desa memiliki peran strategis sebagai ruang sosial terdekat dengan masyarakat. Karena itu, penguatan kerukunan dilakukan dengan pendekatan kolaboratif antara pemerintah, perangkat desa, lembaga keagamaan, organisasi perempuan, dan tokoh masyarakat.
Peluncuran program ini diharapkan menjadi titik awal yang menghidupkan kembali tradisi saling menjaga antarwarga. Desa Anugerah diproyeksikan menjadi contoh praktik kerukunan yang tumbuh dari inisiatif bersama, bukan sekadar instruksi administratif. Pemerintah Kabupaten Bombana berharap semangat ini menyebar ke desa-desa lain sebagai bagian dari pembangunan sosial yang berkelanjutan dan lebih manusiawi.(ds/mdn/ono)