Kolaka Siapkan Lahan 10 Hektare Program Sekolah Rakyat

DINAMIKA SULTRA.COM, KOLAKA – Pemerintah Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara menyiapkan lahan kurang lebih 10 hektare untuk program Sekolah Rakyat di Desa Tikonu, Kecamatan Wundulako.
Kepala Dinas Sosial Kolaka Alfian di Kolaka, Rabu, mengatakan untuk mendukung percepatan pembangunan sarana dan prasarana Sekolah Rakyat di wilayah itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kolaka melakukan proses pematangan lahan karena kondisinya berbukit.
Lahan Sekolah Rakyat itu, katanya, memerlukan penyesuaian untuk digunakan sebagai area pembangunan.
“Ini sudah berada pada tahap finishing, mudah-mudahan di akhir tahun ini sudah bisa rata. Balai Sarana Prasarana Kementerian PU juga akan datang di Bulan Desember ini untuk menguji kekuatan tanah pembangunan sarana prasarana Sekolah Rakyat tersebut,” katanya.
Ia menjelaskan Sekolah Rakyat menjadi solusi efektif meningkatkan kualitas pendidikan dan memutus rantai kemiskinan di masyarakat setempat.
Sekolah Rakyat, katanya, menyediakan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak kurang mampu, yaitu mulai dari ruang pendidikan tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA).
Ia mengatakan semua biaya Sekolah Rakyat ditanggung pemerintah, antara lain para siswa diasramakan, mendapat jatah makan tiga kali sehari, dan dua kali camilan.
Ia menjelaskan Sekolah Rakyat juga dilengkapi fasilitas belajar yang memadai sehingga masyarakat setempat harus bisa memanfaatkan program itu dengan baik untuk masa depan anak-anak.
“Kemungkinan besar kita masuk di triwulan pertama tahun 2026 agar bisa disegerakan pembangunan Sekolah Rakyat ini, dan Pak Bupati sangat atensi dan sangat ‘concern’ (perhatian) untuk mengupayakan supaya Sekolah Rakyat ini bisa segera dilaksanakan secepatnya di Kabupaten Kolaka,” ujarnya.
Ia menyebutkan prioritas anak-anak masuk Sekolah Rakyat jenjang SD, SMP, dan SMA, yakni masuk desil 1 dan desil 2, atau berasal dari kalangan masyarakat tidak mampu atau miskin ekstrem.
“Datanya itu sudah ada di kementerian dan kita sudah diberikan, nanti akan diverifikasi yang masuk di desil 1 dan desil 2 karena jumlahnya itu kurang lebih 17 ribu anak di Kolaka. Itulah yang kemudian kita verifikasi dan validasi nanti untuk menjadi satu ribu orang yang bisa masuk di tingkat SD, SMP, SMA,” katanya.(ds/ono)