Realisasi Kredit Perbankan di Papua Barat Daya Rp9,4 Triliun

DINAMIKA SULTRA.COM, MANOKWARI – Bank Indonesia (BI) mencatat realisasi kredit perbankan di Provinsi Papua Barat Daya hingga periode Oktober 2025 mencapai Rp9,401 triliun atau tumbuh 4,24 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Kepala Kantor Perwakilan BI Papua Barat Setian, di Manokwari, Papua Barat, Kamis, mengatakan kinerja kredit yang tetap positif mencerminkan resiliensi sektor keuangan dalam mendukung perekonomian daerah.
“Penyaluran kredit perbankan di wilayah Papua Barat tumbuh positif dibanding periode yang sama tahun 2024,” ujar dia.
Setia menjelaskan, pertumbuhan kredit di Papua Barat Daya ditopang oleh peningkatan permintaan pembiayaan pada sektor konsumsi yang tercatat mengalami pertumbuhan 8,24 persen (yoy).
Porsi penyaluran kredit konsumsi hingga mencapai 60,55 persen atau senilai Rp5,689 triliun, disusul kredit modal kerja 27,76 persen atau Rp2,609 triliun, dan kredit investasi 11,69 persen atau Rp1,099 triliun.
“Sedangkan kredit modal kerja dan kredit investasi mengalami kontraksi masing-masing 2,72 persen (yoy) dan 2,36 persen (yoy),” ujar Setian.
Ia menyebut, Kota Sorong masih menjadi kontributor terbesar dengan porsi 63 persen dari total penyaluran kredit di Papua Barat Daya, disusul Kabupaten Sorong 20 persen, dan Sorong Selatan 9 persen.
Data tersebut mencerminkan sebagian besar kegiatan pembiayaan dari pihak perbankan masih terpusat di kawasan perkotaan, serta wilayah dengan intensitas transaksi ekonomi yang cukup tinggi.
“Kabupaten lain seperti Raja Ampat dan Tambrauw, penyaluran hanya berkisar 2 sampai 6 persen dari total realisasi kredit,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa NPL (Non-Performing Loan) tercatat sebesar 4,61 persen dari total kredit yang disalurkan perbankan di wilayah Papua Barat Daya masuk kategori bermasalah atau kredit macet.
Tingkat kredit bermasalah tersebut masih berada di bawah ambang batas sesuai dengan ketentuan regulasi sebesar 5 persen, namun hal itu perlu tetap diawasi agar kondisi perbankan tetap sehat.
Selain itu, kata dia lagi, realisasi dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun perbankan mencapai Rp9,003 triliun terdiri atas tabungan Rp4,766 triliun, giro Rp2,542 triliun, dan deposito Rp1,695 triliun.
Kinerja DPK perbankan di wilayah Papua Barat Daya per Oktober 2025 terkontraksi 0,41 persen (yoy), karena realisasi DPK pemerintah daerah mengalami penurunan menjadi Rp1,776 triliun.
“Kinerja DPK dipengaruhi DPK pemerintah daerah yang turun sebesar 7,67 persen secara tahunan,” ujar Setian lagi. (ds/Antara)