BNPB Intensifkan Pemulihan Tapanuli Utara Termasuk Jaringan Listrik

Listen to this article
Warga menggunakan bentor melintasi jembatan Aek Garoga 2 di Desa Aek Garoga, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Kamis (11/12/2025). Jembatan penghubung antara Tapanuli Tengah dengan Tapanuli Selatan yang sebelumnya terdampak banjir bandan dan dipenuhi kayu itu kini sudah bisa dilintasi warga. (ds/ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa.)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, TAPANULI UTARA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengintensifkan upaya pemulihan pascabencana banjir disertai tanah longsor dua pekan lalu yang berdampak signifikan di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

 

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa secara umum perkembangan pemulihan berjalan positif hanya saja kondisi cuaca yang tak menentu, seperti hujan yang menyebabkan debit air kembali meluap masih menjadi tantangan bagi tim petugas gabungan di lapangan.

 

BNPB mengkonfirmasi sampai dengan Kamis (11/12) sore tim petugas gabungan berhasil menemukan 13 warga yang sebelumnya dinyatakan hilang dalam keadaan selamat. Sementara itu lebih dari seribu warga mengungsi dalam pendampingan petugas.

 

“Warga terdampak akan mendapatkan layanan tambahan di sejumlah titik pengungsian,” kata dia.

 

Pendataan sementara mencatat 770 unit rumah terdampak pada berbagai tingkat kerusakan, disertai kerusakan fasilitas umum seperti sekolah, jembatan, dan ruas jalan yang kini menjadi fokus pemulihan.

 

Pada sektor akses, Abdul menjelaskan bahwa Jalan Tarutung-Sibolga kembali dapat dilalui hingga Kecamatan Sitahuis, meski beberapa titik kerusakan perlu diwaspadai. Sejumlah desa di Adiankoting dan Parmonangan masih tidak dapat dijangkau kendaraan sehingga distribusi logistik dilakukan melalui droping helikopter.

 

Selain itu, dia juga melaporkan jaringan listrik sudah mulai pulih, seperti di Adiankoting progres sudah mencapai 93 persen, sedangkan di Parmonangan baru sekitar 50 persen karena keterbatasan akses jalan.

 

“Untuk memperlancar komunikasi, lima dari enam unit Starlink bantuan BNPB telah beroperasi di wilayah blank spot,” kata dia.

 

Abdul menambahkan bahwa dukungan logistik terus ditingkatkan, termasuk pendistribusian 50 matras ke pos pengungsian Lobupining dan 30 matras ke Sibalanga, serta penyediaan air bersih dari BBWS II untuk memenuhi kebutuhan higienitas pengungsi.(ds/antara)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar