FISIP UHO Kendari Gelar Workshop Penyelarasan Renstra 2025-2029

Listen to this article
Foto bersama Plt Rektor UHO, Dr. Herman, S.H.,LLM (empat dari kiri), Dekan Fisip UHO, Prof. Dr. Eka Suaib, M.Si (tiga dari kiri) dan para peserta kegiatan. (Humas-UHO)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Sebagai tindak lanjut dari Rencana Strategis (Renstra) baru Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) 2025-2029 yang diturunkan ke tingkat universitas, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, menggelar Workshop Penyelarasan Renstra, di Hotel Horison Kendari, Selasa (16/12/2025).

Plt Rektor UHO, Dr. Herman, S.H.,LLM., mengatakan bahwa kegiatan hari ini merupakan salah satu agenda paling strategis dalam penyusunan dokumen perencanaan institusi.

Dokumen tersebut nantinya akan menjadi perencanaan utama dalam jangka waktu lima tahun kedepan.

“Tentu dalam penyusunannya terdapat standar-standar baru yang harus kita penuhi. Namun menurut saya, yang jauh lebih penting daripada sekadar standar adalah sistem yang kita bangun serta arah kebijakan yang benar-benar ingin kita capai ke depan,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Dr. Herman menyebut, dalam penyusunan tidak boleh hanya berorientasi pada pemenuhan formalitas administrasi, tetapi harus lebih fokus pada apa yang benar-benar akan lakukan dan hasilkan.

“Oleh karena itu, perencanaan ke depan perlu diarahkan pada inovasi yang adaptif dan berdampak nyata,” ucapnya.

Mantan Dekan FH UHO itu, menerangkan bahwa beberapa waktu lalu UHO telah melakukan penyelarasan kebijakan dari kementerian yang diturunkan ke universitas dan kemudian fakultas atau unit dibawahnya.

“Saya mengusulkan agar dalam waktu dekat sekitar satu bulan ke depan, kita dapat melaksanakan presentasi lanjutan. Setidaknya kita bisa mendengar secara langsung pandangan, gagasan, dan strategi ke depan, khususnya terkait pengembangan institusi dan peningkatan akuntabilitas,” terang Dr. Herman.

Sementara itu, Dekan Fisip UHO, Prof. Dr. Eka Suaib, M.Si., mengatakan bahwa adanya kebijakan Renstra baru dari Kementerian yang diturunkan di universitas dan juga diturunkan di unit-unitnya. Sehingga unit, khususnya fakultas wajib menyesuaikan diri.

“Pada dasarnya Renstra ini disusun dengan mempertimbangkan dua hal yakni Pertama, perubahan nomenklatur. Kedua, memperhatikan perencanaan UHO yang telah ditetapkan hingga 2045. Atas dasar itu, fakultas berupaya merumuskan visi misi yang relevan,” ungkapnya.

Prof. Eka menuturkan, dalam forum ini juga dipaparkan capaian-capaian pelaksanaan visi dan misi periode 2020–2024 yang dijabarkan dalam indikator kinerja utama.

“Dari capaian tersebut, kita dapat mengidentifikasi berbagai tantangan. Kemudian dari evaluasi itu kita akan rumuskan dan akan menjadi fokus kita di tahun 2025-2029 mendatang,” tuturnya.

Prof. Eka menambahkan, kegiatan ini FISIP UHO menghadirkan beberapa mitra internal maupun eksternal.

“Keterlibatan mereka akan menjadi bagian penting dalam penyusunan visi dan misi FISIP UHO. Dan visi misi yang dihasilkan bukan hanya sebatas kertas, tetapi benar-benar diimplementasikan,” Tutup Prof. Eka. (ds/adf)

 

Baca Juga !
Tinggalkan komentar