Pemprov Sulteng Apresiasi Petani Catat Surplus Produksi Jagung

DINAMIKA SULTRA.COM, PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) mengapresiasi kinerja petani dalam produksi komoditas jagung hingga mencatat surplus 345.416 ton pada tahun 2025.
“Peran petani sangat strategis memenuhi sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah dan pemerintah mengapresiasi kinerja mereka,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sulawesi Tengah Nelson Metubun di Palu, Rabu.
Menurut data pemerintah setempat, produksi komoditas jagung pipilan kering Sulteng sebanyak 347.592 ton, dengan rata-rata konsumsi daerah berpenduduk 3,1 jiwa itu sebanyak 2.177 ton per tahun, sehingga dari jumlah itu terdapat kelebihan produksi 345.416 ton.
Kondisi ini menunjukkan bahwa petani sangat konsisten meningkatkan produktivitas dan produksi pangan dalam daerah, karena jagung salah satu komoditas unggulan pada subsektor tanaman pangan daerah, selain padi.
“Angka surplus ini meningkat drastis dibandingkan surplus tiga bulan sebelumnya di angka 254.070 ton,” ujarnya.
Ia mengemukakan melihat pertumbuhan produksi yang stabil, maka pemerintah daerah (pemda) terus menjaga konsistensi petani melalui kolaborasi, salah satunya penguatan produktivitas melalui intervensi bantuan pupuk subsidi yang terus digulirkan setiap tahun.
Hingga kini, subsektor tanaman pangan masih menjadi penyumbang terbesar ketahanan pangan daerah maupun nasional dan Sulteng salah satu daerah di Sulawesi turut berkontribusi melakukan percepatan swasembada pangan dalam negeri.
“Kalian stok pangan aman, tentu akan berdampak positif terhadap harga bahan pokok di pasaran. Petani dan pasar satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam rantai pasok bahan makanan,” tutur Nelson.
Ia menambahkan, ke depan kemitraan petani dan pemerintah terus diperkuat melalui intervensi pemberian pupuk bersubsidi maupun penguatan brigade alat dan mesin pertanian (alsintan), termasuk pengembangan pola pertanian modern yang didukung sistem mekanisasi alsintan.
“Sudah saatnya petani bertransformasi ke sistem yang modern supaya pengolahan lahan lebih efektif dan efisien,” kata dia.(ds/Antara)