SAR Kendari Siapkan 639 Personel Siaga Nataru

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Kantor Basarnas Kendari menyiapkan 639 personel dan potensi SAR untuk melakukan Siaga SAR khusus Natal dan Tahun Baru (Nataru) di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kepala Basarnas Kendari Amiruddin saat dihubungi di Kendari, Rabu, mengatakan Siaga SAR khusus tersebut dilakukan selama 19 hari, mulai 19 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.
“Siaga SAR khusus tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi ancaman yang ditimbulkan akibat mobilisasi masyarakat yang sangat tinggi, dengan tujuan untuk menjamin kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kecelakaan, bencana dan kondisi darurat, mempercepat response time, memperkuat koordinasi lintas instansi dalam menjamin keselamatan masyarakat, dan menekan jumlah korban jiwa melalui upaya pencegahan, mitigasi, dan respon cepat,” kata Amiruddin.
Berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG, kata dia, puncak musim penghujan diprediksi terjadi pada periode Desember 2025 hingga Januari 2026. Situasi itu perlu diantisipasi, terlebih dengan adanya beberapa fenomena atmosfer yang aktif, seperti Siklon Bakung, Bibit Siklon 93S, dan Bibit Siklon 95S, yang dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan dan intensitas curah hujan di wilayah sekitarnya.
“Potensi kenaikan permukaan air laut yang dapat menyebabkan banjir rob di berbagai wilayah pesisir Indonesia juga tidak luput dari perhatian dan kesiapsiagaan Basarnas,” ujarnya.
Amiruddin mengungkapkan kondisi tersebut menimbulkan potensi kedaruratan yang mengancam keselamatan masyarakat, antara lain berupa bencana hidrometeorologi seperti banjir dan banjir bandang, tanah longsor, badai tropis, serta angin puting beliung.
Untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga yang melaksanakan libur Nataru 2025, lanjut dia, Basarnas Kendari menyiagakan 149 personel dan 544 potensi SAR di berbagai titik di wilayah Bumi Anoa, antara lain Pelabuhan Nusantara Kendari, Pelabuhan Feri Kendari, Pelabuhan Punggulu Belo Wanci, Pelabuhan Wawonii, Pelabuhan Murhum Baubau, Pelabuhan Raha, dan Pelabuhan Penyeberangan Kolaka-Bajoe.
“Kemudian juga di Bandara Haluoleo, Bandara Betoambari, Bandara Matahora, dan Bandara Sangia Nibandera. Untuk tempat wisata di Kendari, Kolaka, Baubau, Wakatobi, Muna, dan Kabupaten Konawe Utara, serta juga di Terminal Angkutan Darat,” kata Amiruddin.(ds/ono)