Kolut Siapkan Posko Siaga Bencana 24 Jam Natal-Tahun Baru

Listen to this article
Pemkab Kolut saat melaksanakan Rakor Siaga bencana Nataru di Kolaka Utara, Sualwesi Tenggara (24/12/2025). (ds/HO-Pemkab Kolut)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Utara (Kolut) menyiapkan Posko Siaga Bencana 24 jam selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di wilayah Kolut, Sulawesi Tenggara (Sultra).

 

Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kolut Ir. Ihwan saat dihubungi di Kendari, Rabu, mengatakan bahwa posko siaga bencana tersebut nantinya akan menjadi pusat layanan kebencanaan selama periode Natal dan tahun baru.

 

“Masyarakat dapat menghubungi call center BPBD di nomor 085171230119 untuk melaporkan kejadian darurat atau potensi bencana di wilayah masing-masing,” kata Ihwan.

 

Dia menyebutkan bahwa Pemkab Kolut memastikan kesiapan layanan darurat selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 melalui penguatan koordinasi lintas instansi dan pemetaan wilayah rawan bencana. Kesiapan tersebut telah dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Siaga Bencana yang digelar di Posko Siaga Bencana Kolaka Utara.

 

“Rakor ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana, khususnya pada momentum meningkatnya aktivitas masyarakat,” ujarnya.

 

Ihwan menyampaikan bahwa kesiapsiagaan bencana merupakan tanggung jawab bersama seluruh perangkat daerah. Menurutnya, pemerintah daerah tidak hanya fokus pada penanganan ketika bencana terjadi, tetapi juga pada langkah pencegahan dan mitigasi.

 

“Melalui rakor ini kita menyatukan langkah, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, kesiapan personel, hingga kelengkapan peralatan. Semua harus betul-betul siap ketika dibutuhkan,” ucap Ihwan.

 

Sementara itu, Kepala BPBD Kolaka Utara Mukramin menambahkan bahwa potensi bencana yang perlu diwaspadai menjelang Natal dan tahun baru meliputi banjir, tanah longsor, dan gelombang pasang air laut.

 

“Daerah rawan bencana tersebar di beberapa kecamatan, antara lain Kecamatan Ranteangin, Wawo, Lambai, Lasusua, Kodeoha, Tiwu, Ngapa,Pakue Utara, hingg Batu Putih,” jelas Mukramin.

 

Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa gelombang tinggi di awal tahun kerap menjadi ancaman bagi masyarakat pesisir dan nelayan. Oleh karena itu, BPBD telah melakukan pendataan sarana evakuasi, termasuk perahu milik pemerintah maupun swasta.

 

“Semua sarana yang tersedia sudah kami data dan siap dimobilisasi jika terjadi kondisi darurat,” sebutnya.

 

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama di daerah rawan, serta segera berkoordinasi dengan aparat setempat apabila terjadi situasi yang membahayakan keselamatan.(ds/ono)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar