BNN Papua Perketat Pengawasan Cegah Penyeludupan Jelang Akhir Tahun

Listen to this article
Petugas BNN Papua dan aparat TNI-Polri saat melakukan razia warga PNG saat masuk di PLBN Skouw,Kota Jayapura, Papua, Selasa (30/12). (ds/ANTARA/HO BNN Papua).

 

DINAMIKA SULTRA.COM, JAYAPURA – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Papua memperketat pengawasan dan pemeriksaan di wilayah perbatasan Papua menjelang perayaan Tahun Baru 2026 guna mencegah penyelundupan narkotika jenis ganja.

Kepala BNN Papua Brigjen Pol Anang Triwidiandoko di Jayapura, Selasa, mengatakan penguatan pengawasan dilakukan melalui pemeriksaan terpadu di kawasan perbatasan, khususnya di wilayah Skouw, Kota Jayapura, yang dinilai rawan menjadi jalur masuk peredaran gelap narkotika.

“Menjelang akhir tahun, kami fokus memperketat pengawasan di wilayah perbatasan karena Papua memiliki kerawanan tinggi terhadap peredaran gelap narkotika, khususnya ganja,” katanya disela-sela kegiatan Selasa.

Menurut Anang, pada kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut kebijakan pimpinan BNN yang menekankan pentingnya penguatan pengawasan perbatasan sebagai upaya melindungi masyarakat dari ancaman narkotika.

“Oleh sebab itu, kami memperkuat koordinasi dengan pengelola Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw serta melibatkan unsur TNI, Polri, Bea Cukai, dan instansi terkait lainnya untuk melakukan pemeriksaan gabungan terhadap pelintas dan barang bawaan,” ujarnya.

Dia menjelaskan sinergi lintas sektor sangat penting agar pengawasan dapat berjalan optimal dan memberikan efek jera kepada para pelaku penyelundupan narkotika.

“Ke depan kegiatan pemeriksaan terpadu akan terus dilakukan secara berkelanjutan dan kami juga telah memanfaatkan fasilitas pinjam pakai sebagai kantor sementara di kawasan perbatasan untuk mendukung kegiatan tersebut,” katanya lagi.

Dia menambahkan pihaknya berharap ke depan dapat dibangun pos pelayanan interdiksi permanen sehingga pengawasan terhadap jalur-jalur tidak resmi atau jalur tikus bisa semakin maksimal.

“Berdasarkan informasi barang haram tersebut biasanya melibatkan anak-anak usia remaja,” ujarnya. (ds/Antara)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar