Pemprov Sultra Siapkan 60 Master Teacher Ikut Seleksi Guru di Sekolah Garuda

Listen to this article
Plt Kepala Dikbud Sultra Aris Badara (tengah) saat menjelaskan program pendidikan di Sulawesi Tenggara (5/1/2026). (Ist)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan 60 tenaga pendidik bersertifikat “master teacher” guna mengikuti seleksi pengajar di Sekolah Unggul Garuda Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sultra.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra Aris Badara saat ditemui di Kendari, Senin, mengatakan bahwa 60 tenaga pendidik tersebut berasal dari 17 kabupaten dan kota se-Sultra dan berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

 

“Kami menyiapkan 60 master teacher untuk mengikuti tahapan seleksi nasional. Meski demikian, guru lain yang belum bersertifikat serupa tetap memiliki peluang untuk mendaftar secara mandiri sesuai mekanisme yang ditentukan pemerintah pusat,” katanya.

 

Dia menyebutkan bahwa Sekolah Unggul Garuda tersebut dibangun di lahan seluas 20 hektare di Desa Lebo Jaya, Kecamatan Konda, Konsel. Proyek yang mencakup bangunan fisik seluas empat hektare tersebut sempat mengalami kendala teknis, namun dipastikan kembali berjalan normal pada Januari 2026.

 

Aris Badara menargetkan sekolah mulai menerima peserta didik baru pada Juli 2026. Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Sultra telah menyiapkan skema sekolah transit jika gedung utama belum rampung sepenuhnya sesuai jadwal.

 

“Jika belum selesai tepat waktu, kami siapkan sekolah transit yang memenuhi standar minimal Sekolah Unggul Garuda agar proses belajar mengajar tetap bisa dimulai,” ujarnya.

 

Mengingat Sekolah Unggul Garuda merupakan instansi pendidikan berskala nasional, proses rekrutmen pengajar akan dilakukan secara ketat oleh pemerintah pusat guna memastikan standar kualitas pendidik.

 

Aris Badara berharap melalui persiapan yang matang, kuota pengajar di sekolah unggulan tersebut dapat didominasi oleh putra-putri daerah asal Sultra.

 

“Kami berharap pengajar di Sekolah Unggul Garuda Konsel nantinya banyak yang berasal dari daerah kita sendiri, tentunya dengan kualitas yang memenuhi standar nasional,” ungkapnya.

 

Ia menjelaskan pembangunan Sekolah Unggul Garuda merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan untuk mewujudkan pemerataan akses pendidikan berkualitas unggul hingga ke wilayah pelosok Indonesia.

 

Sultra terpilih sebagai salah satu dari empat daerah pertama di Indonesia yang menjadi lokasi pembangunan sekolah ini, selain Kota Soe (NTT), Belitung Timur (Bangka Belitung), dan Kalimantan Utara.

 

“Dari empat wilayah prioritas tersebut, Sulawesi Tenggara memperoleh alokasi anggaran pembangunan fisik yang terbesar,” jelas Aris Badara.(ds/ono)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar