Dikbud Siapkan Empat SMK di Sultra Tembus Pasar Kerja Internasional

Listen to this article
Pelaksana Tugas Kepala Dikbud Provinsi Sultra Aris Badara. (Ist)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan empat sekolah menengah kejuruan (SMK) di daerah dengan sebutan “Bumi Anoa” itu, untuk dapat menembus pasar kerja di internasional.

 

Pelaksana Tugas Kepala Dikbud Sultra Aris Badara di Kendari, Selasa, mengatakan program tersebut untuk mematangkan visi “SMK Go Global” guna mendorong lulusan SMK di wilayah tersebut mampu bersaing di pasar tenaga kerja internasional.

 

Ia mengatakan empat SMK yang disiapkan tersebut, antara lain SMKN 4 Kendari, SMKN 6 Kendari, SMKS Pelayaran Niaga Bombana, dan SMKS Pelayaran Karya Persada. Keempat sekolah tersebut memiliki berbagai bidang keahlian unggulan, mulai dari pertambangan, nautika, teknik geologi, industri kreatif, hingga teknologi informasi (TI).

 

“Sesuai arahan Bapak Gubernur, kami memiliki visi untuk ‘SMK Go Global’. Skemanya saat ini sudah kami bangun dengan memperbaiki proses pembelajaran serta penguatan soft skill maupun hard skill siswa agar alumni kita bisa berkiprah di kancah nasional maupun internasional,” katanya.

 

Dia menyebutkan pengembangan program SMK internasional ini didominasi oleh pendanaan dari hibah pemerintah pusat melalui APBN sehingga tidak membebani APBD Sultra. Salah satu contoh sukses, yakni SMK 6 Kendari yang fokus pada bidang pertambangan dan telah memiliki akses penyerapan tenaga kerja di luar negeri.

 

Meskipun tugas pokok Dikbud terbatas hingga masa kelulusan siswa, pihaknya tetap membangun sinergi dengan berbagai mitra strategis untuk memastikan serapan alumnus di pasar kerja.

 

“Setelah tamat, urusan penyaluran kerja akan ditangani oleh mitra kita, seperti Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) maupun BP3MI (Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia). Namun, dari sisi persiapan kompetensi, kami sudah siapkan secara matang,” ujarnya.

 

Selain mengejar daya saing global, Dikbud Sultra mendorong SMK masuk dalam Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

 

“Sampai sekarang ini tercatat ada 25 SMK di Sulawesi Tenggara telah resmi berstatus BLUD,” katanya.

 

Dia menjelaskan pengalihan status SMK ke dalam BLUD untuk menciptakan kemandirian fiskal di lingkungan sekolah. Dengan status BLUD tersebut, SMK dapat memproduksi dan menjual hasil karya atau jasa mereka secara mandiri sehingga tidak lagi bergantung sepenuhnya pada APBD.

 

“Ke depan, kami ingin meminimalisasi kabar adanya pungutan kepada siswa. Dengan menjadi BLUD, sekolah sudah mandiri, punya usaha sendiri, dan bisa membiayai kebutuhan operasionalnya dari hasil produksi tersebut. Ini adalah kunci kemandirian fiskal sekolah kita,” katanya.

 

Ia berharap, dengan beralih status SMK ke dalam BLUD, kualitas pendidikan kejuruan di Sulawesi Tenggara terus meningkat baik dari sisi kuantitas maupun kualitas lulusan tahun-tahun berikutnya.(ds/ono)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar