Bombana Luncurkan Angkutan Perintis, Perkuat Akses Transportasi Antarwilayah

DINAMIKA SULTRA.COM, BOMBANA – Pemerintah Kabupaten Bombana resmi melaunching layanan Angkutan Jalan Perintis rute Rumbia–Tontonunu (PP) serta rute Pelabuhan Penyeberangan Kasipute–Terminal Tipe A Puuwatu, Kendari (PP).
Peluncuran yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Bombana, Sabtu (10/1/2026), menjadi langkah strategis daerah dalam menghadirkan transportasi publik yang terjangkau dan menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini minim layanan angkutan umum.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si., dan dihadiri unsur Forkopimda Bombana, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Bombana, Sekretaris Daerah, para asisten dan staf ahli bupati, jajaran kepala OPD, perwakilan Kementerian Perhubungan, Direktur Perum DAMRI Sulawesi Tenggara, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Sulawesi Tenggara, para camat wilayah lintasan, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menekankan bahwa luas wilayah Bombana dengan 22 kecamatan, 121 desa, dan 22 kelurahan membutuhkan dukungan sistem transportasi publik yang merata dan berkelanjutan.
Menurutnya, kehadiran angkutan jalan perintis merupakan jawaban atas kebutuhan mobilitas masyarakat, terutama di wilayah yang belum terlayani angkutan komersial.
“Launching angkutan jalan perintis ini adalah upaya pemerintah daerah menghadirkan sarana transportasi yang murah, aman, dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, baik untuk pergerakan antar kecamatan maupun antar kabupaten,” ujar Burhanuddin di hadapan tamu undangan.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Perhubungan dan Perum DAMRI atas sinergi dan dukungan yang telah diberikan.
Ia menyebut, keberadaan subsidi pemerintah dalam layanan ini menjadi faktor penting sehingga tarif yang ditetapkan tetap dapat dijangkau oleh masyarakat luas.
Tak hanya meresmikan, Burhanuddin turut menekankan aspek teknis dan keberlanjutan layanan. Ia meminta Dinas Perhubungan Kabupaten Bombana bersama Perum DAMRI untuk mengatur titik-titik singgah secara jelas, memastikan jadwal operasional berjalan rutin, serta melakukan sosialisasi masif kepada masyarakat.
“Layanan ini harus diketahui dan dimanfaatkan masyarakat. Sosialisasi penting, termasuk melalui media sosial dan kanal informasi pemerintah,” tegasnya.
Sementara itu, dalam laporan panitia pelaksana, dijelaskan bahwa penyelenggaraan angkutan jalan perintis bertujuan untuk menghubungkan wilayah yang belum terjangkau transportasi umum, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta menekan risiko kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi akibat tingginya penggunaan kendaraan pribadi.
Untuk tahap awal, dua unit bus disiapkan masing-masing untuk melayani setiap trayek. Rute Rumbia–Tontonunu dijadwalkan berangkat dari Pasar Sentral Tadoha Mapaccing pukul 09.00 WITA, sementara rute Pelabuhan Penyeberangan Kasipute–Terminal Tipe A Puuwatu Kendari juga berangkat pada waktu yang sama. Adapun jadwal kepulangan menyesuaikan dengan dinamika dan pergerakan penumpang di lapangan.
Dari sisi tarif, angkutan perintis ini menetapkan biaya Rp15.000 untuk rute Rumbia–Tontonunu, dan Rp35.000 untuk rute Kasipute–Puuwatu Kendari.
Penetapan tarif tersebut merupakan hasil perhitungan dengan dukungan subsidi pemerintah, sehingga dinilai lebih ringan dibandingkan moda transportasi alternatif lainnya.
Kehadiran angkutan perintis ini disambut positif oleh sejumlah warga yang berharap akses transportasi semakin mudah, terutama bagi masyarakat yang bergantung pada angkutan umum untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Dengan diresmikannya layanan ini, Pemerintah Kabupaten Bombana berharap angkutan jalan perintis tidak hanya menjadi sarana mobilitas, tetapi juga pendorong pemerataan pembangunan, penguatan konektivitas antarwilayah, serta peningkatan keselamatan dan kenyamanan masyarakat dalam bertransportasi.(ds/mdn/ono)