Dr. Herman Tegaskan Raker 2026 Ajang Evaluasi Kinerja Pimpinan Secara Terbuka

Listen to this article
Plt Rektor Universitas Halu Oleo (UHO), Dr. Herman, S.H.,LL.M. (Humas-UHO)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Plt Rektor Universitas Halu Oleo (UHO), Dr. Herman, S.H.,LL.M., menegaskan bahwa Rapat Kerja (Raker) 2026 UHO merupakan ruang strategis untuk mengevaluasi kinerja pimpinan unit secara terbuka mulai dari capaian program hingga target yang belum tercapai.

“Raker yang dilaksanakan saat ini merupakan bagian dari upaya memberikan ruang kepada pimpinan unit untuk mempresentasikan kinerjanya, termasuk capaian yang telah diraih pada tahun sebelumnya. Dari capaian tersebut, juga disampaikan target-target yang belum tercapai, penyebabnya, serta rencana ke depan serta target yang akan dicapai. Itulah esensi utama dari pelaksanaan Raker ini,” ujarnya.

Dr. Herman menyebut bahwa, selama ini pimpinan unit cenderung hanya diberikan target, namun tidak diberi kesempatan untuk mempresentasikan secara langsung capaian dan kendala yang dihadapi.

“Melalui mekanisme presentasi ini, kita dapat mengetahui secara lebih jelas apa saja permasalahan yang dihadapi, sekaligus strategi atau kiat yang akan dilakukan untuk mengantisipasi dan menyelesaikan permasalahan tersebut,” ucapnya.

Dalam Raker ini kata dia, beberapa dekan telah memaparkan materi kinerja unitnya. Dari hasil pemaparan tersebut, masih terdapat sejumlah program yang berada pada kategori merah atau belum mencapai target.

“Hal ini tentu menjadi bahan evaluasi bersama. Oleh karena itu, setiap presentasi perlu ditindaklanjuti dengan pertanyaan mendasar, seperti apa masalahnya dan mengapa target tertentu tidak dapat dicapai,” kata Dr. Herman.

Dr. Herman menerangkan, para pimpinan unit telah menyampaikan berbagai alasan dan kendala yang beragam.

“Saya menilai bahwa ke depan mereka telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi yang lebih baik, sehingga diharapkan kondisi serupa tidak terulang dan tidak ada lagi program yang berada pada kategori merah,” terangnya.

Ia menambahkan bahwa, terkait dengan tindak lanjut evaluasi, saat ini UHO hanya menerapkan mekanisme reward. Untuk punishment, sementara ini cukup dengan mengumumkan peringkat kinerja unit.

Pengumuman peringkat tersebut pada dasarnya sudah menjadi bentuk punishment moral, karena unit yang berada di peringkat bawah tentu akan terpacu untuk meningkatkan kinerjanya tanpa harus diberikan sanksi secara langsung.

“Adapun reward yang diberikan berupa tambahan anggaran bagi unit berdasarkan peringkat kinerja. Peringkat pertama memperoleh tambahan anggaran sebesar Rp 500 juta, peringkat kedua Rp 400 juta, peringkat ketiga Rp 300 juta, peringkat keempat Rp 200 juta, dan peringkat kelima Rp 100 juta. Diharapkan skema ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh pimpinan unit untuk terus meningkatkan kinerja dan capaian program ke depan,” Tutupnya.(ds/adf)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar