Kemenag Pulihkan Fasilitas Ibadah Terdampak Bencana Sambut Ramadhan

Listen to this article
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad memberi bantuan bagi penyintas bencana di Aceh. (ds/ANTARA/HO-Kemenag)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, ACEH – Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama bergerak cepat untuk pemulihan layanan keagamaan di sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara demi memastikan hak beribadah masyarakat tetap terpenuhi menyambut Ramadhan.

 

Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad mengatakan penanganan pascabencana tidak hanya menyasar aspek fisik, tetapi juga spiritual. Menurutnya, keberlangsungan layanan keagamaan merupakan bagian dari pelayanan dasar yang harus dijaga di tengah situasi darurat.

 

“Penanganan pascabencana harus menyentuh aspek fisik dan spiritual secara simultan. Masjid, KUA, madrasah, dan ruang-ruang keagamaan lainnya perlu segera dipulihkan agar tetap berfungsi sebagai pusat layanan umat, terlebih menjelang Ramadan. Layanan keagamaan tidak boleh terhenti,” ujar Abu Rokhmad dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

 

Di Aceh, Abu Rokhmad meninjau sejumlah posko kemanusiaan, masjid, Kantor Urusan Agama (KUA), dan madrasah di Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, hingga Aceh Utara.

 

Dalam kunjungan tersebut, ia berdialog dengan warga, penyuluh agama, tokoh masyarakat, serta relawan untuk memetakan kebutuhan mendesak dan memastikan bantuan tepat sasaran.

 

Menurut Abu, Kementerian Agama tidak bekerja sendiri. Pemulihan layanan keagamaan dilakukan melalui kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), lembaga amil zakat (LAZ), unsur masyarakat, serta perguruan tinggi.

 

Kolaborasi ini memungkinkan intervensi yang cepat dan berkelanjutan, mulai dari penyediaan dapur umum, air bersih, MCK darurat, hingga sarana ibadah.

 

Di Pidie Jaya, Kementerian Agama meninjau posko Baznas yang menyediakan air bersih dan MCK darurat, serta meunasah yang terdampak banjir. Di lokasi lain, Kemenag bersama LAZ ASAR mendukung dapur umum yang melayani ratusan kepala keluarga, kegiatan gotong royong warga, serta pembersihan masjid dengan dukungan alat berat.

 

Bantuan alat shalat, Al Quran, mukena, dan sarung juga disalurkan sesuai kebutuhan lapangan. Pada sektor pendidikan keagamaan, Abu memastikan proses belajar mengajar tetap berlangsung.

 

Peninjauan dilakukan di MIN 4 Pidie Jaya yang telah direnovasi oleh LAZ, termasuk dukungan penyediaan madrasah sementara agar aktivitas pendidikan tidak terhenti.

 

“Madrasah harus tetap menjadi ruang aman dan harapan bagi anak-anak,” katanya.

 

Sementara itu, di Kabupaten Bireuen, Kemenag meninjau dapur umum yang melayani puluhan hingga ratusan keluarga, penyaluran beras, serta penyediaan air bersih melalui sumur bor. Abu menilai masjid dan meunasah berperan strategis sebagai simpul layanan sosial-keagamaan sekaligus pusat pemulihan psikososial masyarakat.

 

Selain itu, pembinaan keagamaan dan dukungan psikologis turut menjadi perhatian. Di sejumlah lokasi dilakukan pengajian, pembagian Al Quran dan Iqra, serta kegiatan trauma healing yang melibatkan relawan dan pemangku kepentingan zakat dan wakaf.

 

Fasilitas pendukung seperti tandon air, filter air minum, dan perangkat suara juga disiapkan untuk mendukung aktivitas ibadah.

 

“Peran KUA menjadi perhatian khusus. Kami memastikan layanan pencatatan nikah, konsultasi keagamaan, zakat, wakaf, hingga mediasi sosial tetap berjalan. KUA adalah garda terdepan layanan keagamaan di tingkat akar rumput, terutama saat masyarakat menghadapi krisis,” kata dia.(ds/antara)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar