Dirjen Polpum Kemendagri Ajak Kepala Daerah Wujudkan Asta Cita Ketahanan Pangan

Listen to this article
Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Sinergi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Urusan Pemerintahan Umum di Daerah guna Mendukung Pelaksanaan Program Prioritas Presiden dan Astacita Presiden RI. (ds/ANTARA/HO-Kemendargi)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, JAKARTA – Direktur Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Akmal Malik mengajak kepala daerah bersama jajaran sekretaris daerah untuk berperan aktif mewujudkan Astacita Presiden, khususnya di bidang ketahanan pangan.

 

Menurut Akmal, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap kebijakan kemandirian pangan yang terwujud dalam berbagai program prioritas, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), serta program swasembada pangan.

 

“Fokus untuk kemandirian pangan bisa diwujudkan. Bagaimana menggerakkan masyarakat untuk mewujudkan ketahanan pangan. Misal, mendorong anak-anak muda, siswa sekolah untuk menanam satu pohon cabai saja, itu sudah merupakan wujud mengimplementasikan rasa nasionalisme demi kemandirian bangsa di bidang pangan,” ujar Akmal dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

 

Hal tersebut juga disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Sinergi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Urusan Pemerintahan Umum di Daerah guna Mendukung Pelaksanaan Program Prioritas Presiden dan Astacita yang digelar di Jakarta.

 

Akmal menuturkan Indonesia memiliki potensi besar berupa bonus demografi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, peluang tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang andal guna menciptakan kemandirian bangsa.

 

Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa Indonesia sejak lama dikenal sebagai negara agraris, namun saat ini menghadapi tantangan serius karena menurunnya minat generasi muda di sektor pertanian, di tengah dominasi petani berusia lanjut.

 

“Saya mencatat ada kurang lebih 80 juta anak usia sekolah mulai dari SMP hingga SMA di seluruh Indonesia. Pemikiran saya, bagaimana seandainya kepada 80 juta anak sekolah ini mereka diberikan pendidikan bagaimana mewujudkan ketahanan pangan,” ujarnya.

 

Akmal menjelaskan dari total jumlah tersebut, apabila sebagian besar dibekali pendidikan di sektor pangan, dampaknya akan sangat signifikan. Oleh karena itu, ia mendorong kepala daerah untuk berinovasi dalam merancang program bagi generasi muda dalam mendukung ketahanan pangan.

 

Ia mencontohkan, jika program penanaman cabai dijalankan secara konsisten, berpotensi membantu pengendalian inflasi daerah. Hal ini mengingat harga komoditas cabai kerap menjadi pemicu naiknya angka inflasi.

 

“Andaikan satu siswa saja kita berikan kewajiban menanam satu cabai maka akan ada 80 juta batang cabai di Indonesia. Kegiatan menanam dan merawat pohon cabai itu termasuk kegiatan menumbuhkan disiplin dan tanggung jawab siswa di sekolah masing-masing,” kata Akmal.

 

Lebih lanjut, Akmal menegaskan bahwa kreativitas dan inisiatif kepala daerah sangat dibutuhkan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Hal ini sejalan dengan target pemerintah agar program MBG dapat menjangkau hingga 82 juta penerima manfaat, sehingga diperlukan kesiapan pasokan pangan yang mampu menyuplai kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

 

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya dukungan daerah terhadap program KDKMP sebagai upaya menggerakkan perekonomian masyarakat. Melalui optimalisasi program tersebut, diharapkan roda perekonomian dapat bergerak dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.(ds/antara)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar