SAR Kendari Kirim 15 Personel Bantu Pencarian Korban Pesawat ATR 42-500

Listen to this article
Kepala Basarnas Kendari Amiruddin saat melepas pemberangkatan 15 personel untuk membantu pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Sulawesi Selatan, Kamis (22/1/2026). (ds/HO-Basarnas Kendari)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Basarnas Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengirimkan sebanyak 15 personel terpilih untuk membantu pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di pegunungan Maros-Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

 

Kepala Basarnas Kendari Amiruddin saat ditemui di Kendari, Kamis, mengatakan pengiriman personel tersebut berdasarkan permintaan resmi dari Direktur Operasi Basarnas, yang disebut Bra SAR, untuk keperluan perbantuan Operasi SAR kecelakaan pesawat yang hilang kontak di Sulsel.

 

“Berdasarkan Bra SAR tersebut, kami berangkatkan personel menggunakan jalur udara untuk memberikan bantuan perkuatan dan dukungan alat utama kepada Basarnas Makassar,” kata Amiruddin.

 

Dari total personel terpilih yang dikirim tersebut, kata dia, 14 orang merupakan tim penyelamat dan satu perawat.

 

“Kami kirim personel tersebut beserta dengan alat-alat utama keselamatan untuk membantu tim SAR gabungan yang saat ini tengah melakukan pencarian terhadap para korban di pegunungan,” ujarnya.

 

Adapun peralatan utama untuk membantu pencarian korban, kata dia, antara lain peralatan komunikasi, peralatan SAR medis, peralatan SAR gunung hutan, peralatan SAR evakuasi di ketinggian, dan peralatan pendukung keselamatan lainnya.

 

Diketahui tim SAR Gabungan telah menemukan dua orang korban. Untuk korban pertama dipastikan jenis kelamin laki-laki ditemukan di jurang lereng bukit di pegunungan setempat pada Minggu (18/1) oleh tim penyelamat SAR gabungan.

 

Sedangkan untuk korban kedua yang merupakan perempuan ditemukan Tim SAR Gabungan pada Senin (19/1) siang. Jenazah dalam kondisi utuh dengan posisi tengkurap dan tersangkut di batang pohon di tepi tebing curam.

 

“Tim lihat itu sudah dipastikan berjenis kelamin perempuan. Ini (ditemukan) di lereng paling dalam, kurang lebih (kedalaman jurang) 400 meter,” kata Danrem 141/Tompobulu Brigjen TNI Clif Rumbayan.

 

Untuk proses evakuasi terhadap jenazah kedua korban pesawat jatuh itu, kata dia, sejak Senin (19/1) setelah dipastikan keberadaan di wilayah pegunungan setempat.

 

Sejauh ini baru dua jenazah ditemukan dalam peristiwa itu, satu laki-laki dan satu perempuan yang belum diketahui identitasnya, serta serpihan pesawat dan barang pribadi korban yang terhambur setelah pesawat naas itu menabrak Gunung Bulusaraung.(ds/ono)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar