MUI Sultra Gelar Seminar Edukatif di FISIP UHO

Listen to this article
Foto bersama usai seminar edukatif di FISIP UHO. (Humas-UHO)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Komisi Bidang Seni Budaya gelar Seminar Edukatif di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo (Fisip UHO).

Seminar ini mengusung tema “Adab Literasi Media dari Perspektif Islam Menuju Generasi Emas Indonesia” di Aula Bahtiar Fisip UHO, Kamis (22/1/2026).

Ketua Panitia, Jumaidi, S.T., M.Si., mengatakan dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada mahasiswa, mengingat perkembangan media digital saat ini yang sangat pesat.

“Oleh karena itu, kami berharap mahasiswa benar-benar dapat bersikap bijak dalam bermedia sosial,” ujarnya.

Media sosial saat ini kata dia, banyak beredar informasi yang tidak benar atau hoax. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memfilter setiap informasi yang diterima.

“Bermedia sosial tentu diperbolehkan, namun harus tetap memperhatikan etika, aturan, dan tanggung jawab sebagai insan akademik,” ucapnya.

Tujuan utama kegiatan ini lanjutnya, adalah untuk membantu mahasiswa agar lebih adaptif dalam menggunakan media sosial secara positif dan produktif.

“Harapan kami, mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa dapat menjadi pribadi yang lebih baik, cerdas, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan media digital, sehingga mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” terangnya.

Prof. H. M.Najib Husain, M.Si., selaku narasumber mengungkapkan kegiatan ini merupakan rangkaian terakhir yang dilaksanakan oleh MUI Sultra sebelum memasuki musyawarah pemilihan Ketua MUI yang baru.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Komisi Bidang Seni dan Budaya dengan fokus pada penguatan literasi digital bagi mahasiswa.

“Kami memandang pentingnya memberikan pemahaman kepada mahasiswa agar mampu menggunakan media digital dan teknologi informasi secara sehat, bertanggung jawab, serta sesuai dengan adab dan etika yang baik dan benar,” ungkapnya.

Ia menjelaskan tema literasi digital ini diangkat karena adanya kecenderungan di kalangan generasi muda saat ini yang belum sepenuhnya memanfaatkan teknologi, sesuai dengan fungsi dan tujuan yang tepat.

“Dalam beberapa kasus, teknologi justru disalahgunakan sehingga berdampak kurang baik bagi perkembangan diri dan pendidikan mereka,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini dapat memberikan pembekalan kepada mahasiswa tentang bagaimana menggunakan dan memanfaatkan fasilitas teknologi secara bijak, produktif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan.

Harapannya, melalui kegiatan ini mahasiswa dapat benar-benar memanfaatkan teknologi untuk kepentingan pendidikan dan pengembangan diri, bukan untuk hal-hal yang disalahgunakan.

“Selain itu, mahasiswa juga diharapkan memiliki kemampuan untuk memilah dan mengenali informasi, termasuk membedakan antara berita hoax dan berita yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” Tutupnya. (ds/adf)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar