Kementerian ESDM Survei Tiga Desa di Muna untuk Elektrifikasi Pedesaan

Listen to this article
Kantor Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Tenggara. (Ist)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai melakukan survei lapangan di tiga desa di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), sebagai tahap awal realisasi usulan program elektrifikasi pedesaan periode 2026–2027.

 

Pengawas Energi Terbarukan (EBT) Dinas ESDM Provinsi Sultra Abdul Rohhim saat ditemui di Kendari, Senin, mengatakan bahwa ketiga lokasi yang menjadi sasaran survei awal tersebut adalah Desa Kogholifano dan Desa Labulawa di Kecamatan Pasir Putih, serta Desa Bakealu di Kecamatan Wakorumba Selatan.

 

“Tim dari kementerian telah turun langsung melakukan pengkajian di lapangan. Survei ini merupakan respons cepat pusat atas usulan daerah untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat di pelosok,” kata Abdul Rohhim.

 

Dia menyebutkan bahwa dalam survei yang berlangsung selama dua pekan tersebut, tim ahli memfokuskan kajian pada ketersediaan lahan untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), pemetaan jumlah penduduk, hingga ketersediaan fasilitas umum.

 

Berdasarkan hasil temuan di lapangan, ketiga desa tersebut sebelumnya telah memiliki infrastruktur PLTS, namun saat ini dalam kondisi tidak berfungsi. Oleh karena itu, pemerintah pusat berencana melakukan langkah pengelolaan ulang atau revitalisasi aset PLTS guna memastikan pasokan listrik warga kembali stabil.

 

“Kementerian mengkaji teknis infrastruktur penunjang dan tiang listrik yang ada. Fokusnya adalah bagaimana menghidupkan kembali sistem kelistrikan yang sudah ada agar lebih optimal,” ujar Abdul Rohhim.

 

Ia menjelaskan bahwa tiga desa di Muna tersebut merupakan bagian dari 50 desa di Sulawesi Tenggara yang diusulkan oleh Gubernur Sultra Andi Sumangerukka, kepada Menteri ESDM dalam pertemuan koordinasi di Jakarta beberapa waktu lalu.

 

Meskipun survei dimulai dari Kabupaten Muna, Pemprov Sultra mencatat usulan tersebut mencakup sebaran desa di sembilan kabupaten lainnya, termasuk Konawe Selatan dengan 15 desa, Muna Barat 11 desa, hingga wilayah kepulauan seperti Wakatobi dan Buton Tengah.

 

Penentuan skala prioritas survei sepenuhnya berada di bawah otoritas Kementerian ESDM. Pemprov Sultra saat ini masih menunggu hasil kajian teknis lanjutan serta kepastian jadwal pembangunan fisik di lokasi-lokasi yang telah disurvei tersebut.

 

Untuk mendukung kelancaran program, Dinas ESDM Sultra juga terus bersinergi dengan PT PLN (Persero) agar program revitalisasi dari pemerintah pusat ini tidak tumpang tindih dengan proyek perluasan jaringan listrik yang tengah dijalankan pihak PLN.(ds/ono)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar