Anggota DPR RI Dukung Kemenperin Bangun Industri Semikonduktor dan AI

DINAMIKA SULTRA.COM, JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Banyu Biru Djarot menyoroti pengenalan Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC) oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai langkah strategis pembangunan industri masa depan.
Banyu Biru dalam keterangan di Jakarta, Selasa menekankan pentingnya dukungan insentif bagi sektor-sektor kunci.
“Pada poin penguatan, ICDEC Indonesia Chip Design Collaborative Center yang dikenalkan oleh Menteri Perindustrian, saya memberikan penekanan pada insentif industri semikonduktor, AI (kecerdasan buatan), cloud infrastruktur, dan pengembangan hilirisasi logam tanah jarang,” kata dia dalam rapat kerja (raker) Komisi VII DPR RI bersama Menperin di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (26/1).
Menurut dia, arah kebijakan industri nasional sudah berada di jalur yang tepat.
“Menurut saya arahnya sudah sangat bagus, dari digital economy ke intelligence economy,” ujarnya.
Ia juga merujuk teori hype dari CEO NVIDIA Jensen Huang sebagai kerangka pengembangan ekosistem industri berbasis teknologi tinggi.
“Teori hype dari Jensen Huang NVIDIA itu ada lima poin yang meliputi energinya seperti apa, chip-nya, model AI seperti apa, cloud infrastruktur, dan apps-nya seperti apa,” jelas Banyu Biru.
Selain itu, ia juga mengapresiasi keterlibatan dunia pendidikan dalam pengembangan ICDEC.
“Saya juga mengapresiasi 16 kampus atau universitas yang ikut dalam pengembangan ICDEC. Mengacu data Kementerian Ekonomi Kreatif 2025 untuk apps pencapaian investasi dan dukungan anggaran sudah Rp40 triliun lebih. Potensinya sangat luar biasa,” ujarnya.
Ia mengatakan secara komparatif Indonesia dapat belajar dari praktik global.
“Secara komparasi studi di Taiwan dengan TSMC, SMIC di China, Samsung, dan Intel. Apabila kita bisa mengadopsi seperti ini akan menjadi luar biasa,” kata Banyu Biru.
Lebih lanjut, ia juga mendorong perancangan insentif fiskal dan nonfiskal yang selektif dan strategis.
“Saya mendorong penguatan dan support untuk kita belajar lebih jauh bagaimana insentif fiskal dan nonfiskal dirancang secara selektif dan strategis sehingga tidak hanya menarik investasi tetapi juga memastikan pembangunan ekosistem industri dari hulu ke hilir, termasuk hilirisasi logam tanah jarang yang berorientasi nilai tambah dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Banyu Biru mengapresiasi terhadap inisiatif ICDEC. “Terakhir, saya ucapkan selamat. ICDEC-nya ini keren dan paten,” ucap Banyu Biru.(ds/antara)