Kanwil Bulog Sultra Pasok 44 Ribu Ton Beras ke 4 Provinsi di Timur Indonesia

Listen to this article
Kepala Perum Bulog Kanwil Sultra Benhur Ngkaimi. (Ist)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Sulawesi Tenggara (Sultra) memasok 44 ribu ton beras ke empat provinsi di wilayah Kawasan Timur Indonesia atau KTI guna memenuhi kebutuhan pangan serta mengoptimalkan ruang simpan gudang di daerah tersebut.

 

Kepala Perum Bulog Kanwil Sultra Benhur Ngkaimi saat ditemui di Kendari, Selasa, mengatakan bahwa keempat wilayah sasaran distribusi tersebut meliputi Provinsi Papua sebagai penerima terbesar sebanyak 16.000 ton, kemudian Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Maluku.

 

“Perintah distribusi sudah ada dan ditargetkan tuntas pada Maret mendatang. Pengiriman ini dilakukan karena kebutuhan di empat provinsi tersebut relatif lebih tinggi dibanding realisasi pengadaannya, sekaligus untuk memberikan ruang (space) di gudang kami,” kata Benhur Ngkaimi.

 

Dia menyebutkan bahwa meski mendapat pengurangan stok sekaligus ruang untuk gudang Bulog, pihaknya masih membutuhkan gudang-gudang yang bisa disewa untuk menyimpan stok beras.

 

“Saat ini kami sudah koordinasi dengan teman-teman di TNI, kemudian di Pemda provinsi termasuk gudangnya Pemprov yang ada di kompleks Polda itu ada dua-dua unit rencana akan disewa,” ujarnya.

 

Persiapan gudang tersebut dilakukan karena informasi dari Kementan ya g akan memulai panen lebih awal di Februari mendatang.

 

Selain itu, Benhur Ngkaimi mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 ini pihaknya mendapatkan target penyerapan beras sebesar 119 ribu ton. Sedangkan untuk kapasitas gudang induk yang mampu menampung sekitar 30 ribu ton dari total 30 unit gudang yang dimiliki.

 

Adapun 30 unit gudang itu juga tersebar di 17 kabupaten dan kota, meliputi Kota Kendari, Kolaka, Kolaka Timur, Kolaka Utara, Bombana, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, Konawe Kepulauan, Muna, Muna Barat, Buton, Buton Tengah, Buton Utara, Buton Selatan, Wakatobi, dan Kota Baubau.

 

“Ada juga tambahan 20 ribu ton. Jadi total hanya menampung 50 ribu ton. Namun, stok beras saat ini 76 ribu ton, sehingga sebagian harus disimpan di gudang sewa akibat keterbatasan ruang,” jelasnya.

 

Dia menyampaikan tuntutan target serapan itu terjadi karena realisasi penyerapan di Bulog Sultra mencapai 100 ton beras. Jumlah serapan itu menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah berdirinya Bulog di wilayah Bumi Anoa.

 

Optimisme tersebut didukung oleh realisasi penyerapan di awal tahun yang sangat signifikan. Pada Januari 2026, dari target awal yang hanya 100 ton berdasarkan data panen, Bulog Sultra telah berhasil menyerap hingga 1.200 ton setara beras.

 

“Januari ini kita sudah jauh melebihi target. Ini tanda-tanda baik untuk mencapai target 119.000 ton tahun ini, apalagi panen raya diprediksi mulai terjadi pada Februari hingga April nanti,” sebutnya.(ds/ono)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar