Zona Rawan Gempa Bumi di Sultra Capai 3,8 Juta Hektare

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat luas wilayah rawan gempa bumi di provinsi tersebut mencapai 3.806.770 hektare yang tersebar merata di seluruh kabupaten/kota.
Kepala BPBD Sultra La Ode Saifuddin saat ditemui di Kendari, Selasa, mengatakan jumlah luasan tersebut tertuang dalam dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Sultra 2022-2026, yang menempatkan gempa bumi sebagai ancaman potensi bencana terbesar di Bumi Anoa, mencakup wilayah daratan hingga kepulauan.
Ia mengatakan luasnya cakupan zona rawan ini menuntut kesiapsiagaan penuh dan sinergi pelaporan yang cepat antara pemerintah kabupaten/kota dengan pemerintah provinsi.
“Luasnya potensi ancaman gempa ini mewajibkan kita semua untuk siaga. Pelaporan cepat dari kabupaten/kota ke tingkat provinsi sangat krusial guna mempercepat koordinasi penanganan serta penyaluran bantuan darurat,” kata Saifuddin.
Dia menjelaskan pemerintah provinsi siap menurunkan dukungan logistik maupun personel segera setelah menerima laporan resmi dari daerah terdampak. Kecepatan administrasi laporan dianggap menjadi kunci dalam pemetaan kebutuhan evakuasi dan distribusi logistik di lapangan.
“Kami mengimbau pemerintah kabupaten/kota segera bersurat ke gubernur jika terjadi bencana. Dengan dasar laporan tersebut, kami bersama instansi terkait bisa langsung turun menindaklanjuti kejadian di lapangan,” ujarnya.
Selain gempa bumi, kata dia, dokumen kajian BNPB merinci berbagai risiko bencana lain yang membayangi Sultra, antara lain tanah longsor dengan luas ancaman mencapai 2,3 juta hektare, banjir yang mencakup wilayah seluas 510 ribu hektare, gelombang ekstrem dan abrasi yang meliputi area seluas 70 ribu hektare, serta banjir bandang yang mengancam area seluas 70 ribu hektare.
Menurut Saifuddin, besarnya angka kerawanan di berbagai sektor ini mengharuskan adanya kerja sama yang solid untuk meminimalkan dampak materil maupun risiko korban jiwa. Sinergi lintas sektoral diharapkan dapat memperkuat ketangguhan daerah dalam menghadapi potensi bencana pada masa depan.(ds/ono)