Kendari Usul Perbaikan 1.200 RTLH Pada 2026

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mengajukan usulan perbaikan terhadap 1.200 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk tahun anggaran 2026.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Kendari Satria Damayanti Saud saat ditemui di Kendari, Kamis, mengatakan bahwa usulan tersebut bertujuan untuk mempercepat pemenuhan hunian layak bagi masyarakat melalui dukungan anggaran dari pemerintah pusat.
“Kami telah melakukan verifikasi di lapangan, dan untuk tahun 2026 kami mengusulkan sebanyak 1.200 unit rumah agar mendapatkan bantuan bedah rumah,” kata Satria Damayanti.
Ia menjelaskan bahwa jumlah yang diusulkan tersebut merupakan bagian dari total 4.318 unit rumah warga di Kota Kendari yang teridentifikasi dalam kondisi tidak layak berdasarkan pendataan di seluruh kecamatan per Januari 2026.
“Tentu harapan kami usulan 1.200 unit ini dapat terakomodasi dan disetujui sepenuhnya oleh pemerintah pusat melalui skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) reguler,” ujarnya.
Satria Damayanti mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah kriteria ketat bagi warga yang ingin mendapatkan bantuan ini, di antaranya diutamakan bagi masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan pendapatan di bawah Upah Minimum Regional (UMR), kemudian tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTKS/DTSEN) sesuai dengan tingkat desil kesejahteraan masyarakat, dan lolos pengecekan fisik dari tim verifikasi pemerintah pusat untuk menentukan kelayakan renovasi.
Sebelumnya, Pemkot Kendari telah mengajukan 202 unit RTLH untuk mendapatkan intervensi perbaikan pada tahun 2025. Sebagian dari proyek tersebut kini telah terealisasi melalui kolaborasi anggaran antara pemerintah pusat, APBD provinsi, APBD kota, hingga bantuan dana tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR).
Langkah proaktif ini diharapkan dapat secara bertahap mengurangi luasan permukiman kumuh di Kota Lulo dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui hunian yang sehat dan aman.(ds/ono)