Kemenag Bengkulu Syiarkan Pentingnya Penerapan Ekoteologi

DINAMIKA SULTRA.COM, BENGKULU – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu mensyiarkan pentingnya penerapan ekoteologi untuk mendorong umat semakin peduli terhadap lingkungan sekaligus memperkuat nilai keagamaan.
“Kita dorong umat beragama punya kekompakan dan jiwa saling bersatu untuk membangun, kita kuatkan kerukunan berdasar cinta dan kasih sayang, sekaligus bagaimana masyarakat kita dorong lebih cinta kepada lingkungan dan alam,” kata Kepala Kanwil Kemenag Bengkulu Saefudin Latief di Bengkulu, Sabtu.
Dia mengatakan penguatan ekoteologi menjadi bagian dari program Ramadhan yang menekankan kedekatan kepada Tuhan sekaligus tanggung jawab menjaga alam.
Menurut dia, berbagai bencana seperti banjir, banjir bandang, dan longsor menjadi pengingat pentingnya merawat lingkungan. Oleh karena itu, menurut dia, sudah saatnya masyarakat dan seluruh elemen peduli terhadap alam, menjaga dan mencegah kerusakan sebagai bukti syukur atas karunia yang telah diberikan oleh Allah.
Kemenag Bengkulu selama Ramadhan memberdayakan para penyuluh agama yang disebar ke masjid-masjid untuk menggerakkan kegiatan keagamaan sekaligus menyampaikan pesan menjaga lingkungan.
Dia menegaskan para penyuluh diminta menguatkan ajakan mencintai alam, merawat lingkungan, dan menghindari kerusakan seperti penggundulan kawasan. Upaya tersebut dinilai sejalan dengan nilai keagamaan yang menempatkan manusia sebagai penjaga alam.
Sementara itu, Kemenag Bengkulu mengawali rangkaian kegiatan dengan pelaksanaan rukyatul hilal yang digelar serentak nasional pada 17 Februari 2026 sore.
Hasil pemantauan tersebut akan dikirim ke Kementerian Agama RI sebagai bahan sidang isbat penentuan awal Ramadhan. Selama Ramadhan, Kemenag juga menggelar Safari Ramadhan yang berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.
Secara internal, kegiatan serupa dilaksanakan di lingkungan kantor dan hingga tingkat kabupaten dan kota. Selain itu, kajian-kajian Ramadhan lainnya juga diselenggarakan untuk memperkuat pemahaman keagamaan aparatur dan masyarakat.
Kemenag juga mengimbau masyarakat menyambut Ramadhan dengan gembira dan khusyuk melalui peningkatan ibadah, dzikir, dan doa bagi bangsa yang tengah menghadapi berbagai ujian. Momentum Ramadhan diharapkan memperkuat rasa syukur, kepedulian sosial, dan semangat berbagi kepada sesama.(ds/antara)