KPw BI Sultra: Transaksi QRIS Naik 184 Persen Pada 2025

Listen to this article
Ilustrasi – Masyarakat berbelanja menggunakan QRIS di Kendari, Sulawesi Tenggara. (Ist)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat lonjakan volume transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebesar 184,61 persen pada triwulan IV 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Kepala KPw BI Sultra Edwin Permadi, saat ditemui di Kendari, Jumat, mengatakan jumlah transaksi nontunai tersebut mencapai 4,36 juta kali, melesat jauh dari posisi triwulan IV 2024 yang tercatat sebanyak 1,53 juta transaksi.

 

“Pertumbuhan ekonomi Sultra yang solid tidak lepas dari perkembangan transaksi nontunai. QRIS telah menjadi game changer dalam pembayaran ritel masyarakat,” kata Edwin.

 

Dia menyebutkan hingga akhir 2025, total pengguna QRIS di Bumi Anoa mencapai 303 ribu orang, jumlah tersebut juga mengalami pertumbuhan sebesar 12 persen secara tahunan (year-on-year).

 

“Sepanjang triwulan IV saja, terdapat penambahan sebanyak 31,7 ribu pengguna baru,” ujarnya.

 

Edwin menyampaikan peningkatan ini menunjukkan semakin kuatnya tren adopsi gaya hidup digital di tengah masyarakat Sultra, yang sebelumnya hanya mencatatkan 271 ribu pengguna pada periode yang sama 2024.

 

Ia menjelaskan bahwa selain dari sisi konsumen, ekosistem digital juga diperkuat dengan ekspansi jumlah pedagang (merchant). Secara tahunan, jumlah merchant yang menyediakan layanan QRIS tumbuh signifikan sebesar 37,65 persen.

 

“Tercatat sebanyak 239 ribu merchant di Sultra kini telah terintegrasi dengan sistem QRIS, meningkat dari posisi tahun lalu yang berjumlah 173 ribu merchant,” jelasnya.

 

Edwin menambahkan pihaknya memproyeksikan tren pembayaran digital ini akan terus meningkat seiring dengan semakin luasnya akseptasi di berbagai sektor ritel, mulai dari pusat perbelanjaan hingga UMKM di pelosok daerah.

 

“Sinergi antara kemudahan teknologi dan pertumbuhan ekonomi diharapkan terus mendorong inklusi keuangan di Sulawesi Tenggara,” tambah Edwin.(ds/ono)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar