FT UHO Gelar Pelatihan Kewirausahaan Mahasiswa

Listen to this article
Foto bersama usai pelatihan kewirausahaan. (Humas-UHO)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Guna meningkatkan kreativitas mahasiswa di bidang kewirausahaan, Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo (FT UHO) menggelar Pelatihan Kewirausahaan Mahasiswa dengan menghadirkan Narasumber Rahmat Muallim selaku Ceo PT. Permata Rezeki Sejahtera dan Syahrul Ramadhan selaku Ketua Bidang OKK BKD HIPMI PT Sulawesi Tenggara, di Hotel Horison Kendari, (14/2/2026).

Dekan FT UHO, Dr. Ir. Ishak Kadir, S.T., M.T., IPM., APEC.Eng., mengatakan pelatihan kewirausahaan ini terus diagendakan setiap tahun. Selain sebagai upaya penguatan kapasitas mahasiswa, kegiatan ini juga berkaitan langsung dengan indikator kinerja utama perguruan tinggi khususnya terkait alumni, salah satunya adalah berapa banyak lulusan yang mampu berwirausaha.

Selain itu, indikator lain juga menyangkut kerjasama startup berbasis industri, yang sejatinya bisa dibangun melalui semangat kewirausahaan mahasiswa.

“Melalui pelatihan ini, kami berupaya menumbuhkan kemandirian ekonomi lewat kewirausahaan. Harapan kami, perwakilan mahasiswa dari sebelas program studi FTUHO dapat memperoleh pengalaman nyata, memahami kiat-kiat membuka usaha, hingga bagaimana menjalankannya secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menerangkan, FT UHO menghadirkan narasumber yang benar-benar kompeten di bidangnya bukan sekadar menyampaikan wacana, tetapi mereka yang sudah terjun langsung dan berhasil, baik dari kalangan pengusaha muda Himpunan Pengusaha Muda Indonesia maupun praktisi industri.

Bahkan salah satu narasumber merupakan Ceo perusahaan di Sulawesi Tengah yang telah membuktikan keberhasilannya sebagai wirausahawan.

“Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa tidak lagi hanya berpikir setelah lulus ingin menjadi PNS, tetapi mampu membuka lapangan kerja sendiri. Sejalan dengan semangat vokasi siap usaha, siap kerja. Kami ingin menanamkan mindset bahwa selama masa kuliah pun sebenarnya sudah banyak peluang yang bisa dimanfaatkan untuk memulai usaha,” terangnya.

Ia juga berharap agar, pengalaman dan modal pengetahuan yang diperoleh mahasiswa dapat menjadi bekal hingga mereka menjadi alumni, sehingga tidak semata menunggu formasi ASN, tetapi mampu membangun usaha mandiri dan menciptakan lapangan kerja bagi orang lain.

Ketua Panitia, Prof. Dr. Ir. Adris Ade Putra, S.T., M.T., IPM., menjelaskan pelatihan kewirausahaan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa dalam melihat dan menangkap peluang usaha.

“Fokus utama kegiatan ini adalah memberikan edukasi dan pelatihan agar mahasiswa memahami proses serta mekanisme berwirausaha, sehingga kelak mampu menjadi wirausaha mandiri,” jelasnya.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FT UHO itu menyebut, peserta kegiatan berasal dari mahasiswa FT UHO. Jumlah peserta cukup besar dan terlihat antusiasme yang tinggi dari para mahasiswa dalam mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.

“Dalam kegiatan ini, kami menghadirkan narasumber yang benar-benar kompeten di bidangnya, mulai dari pengusaha muda yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia hingga praktisi dari sektor pertambangan dan real estate. Para narasumber tersebut berbagi pengalaman nyata sekaligus strategi membangun usaha di dunia profesional,” ucapnya.

Prof. Adris berharap, kegiatan ini dapat memberikan wawasan, edukasi, serta manfaat konkret bagi mahasiswa FT UHO.

“Sehingga ini dapat menjadi bekal berharga dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan ketika mereka telah menyelesaikan studi,” harapnya.

Sementara salah satu narasumber Rahmat Muallim yang merupakan Ceo PT. Permata Rezeki Sejahtera mengungkapkan bahwa kegiatan semacam ini bisa lebih sering dilaksanakan di lingkungan universitas.

“Sebab kami melihat bahwa kolaborasi untuk pengembangan diri tidak cukup hanya bertumpu pada aspek akademik semata. Saat ini, kita bekerja dalam ekosistem pentahelix melibatkan akademisi, pelaku bisnis, pemerintah, komunitas, dan media yang semuanya saling terhubung,” ungkapnya.

Ia menambahkan, berbicara tentang kewirausahaan bukan semata soal uang, tetapi tentang peluang (opportunity). Semakin tinggi kualitas yang dimiliki, maka semakin besar pula peluang yang bisa diraih.

“Disisi lain, saya melihat mahasiswa masih banyak menggunakan pendekatan akademik yang kaku, sehingga kurang terekspos pada peluang-peluang di luar kampus. Karena itu, melalui forum seperti ini, kami berharap bisa saling berbagi mengidentifikasi kelemahan, kekurangan, tantangan, sekaligus peluang agar bersama-sama kita bisa mencari solusi, khususnya dalam kaitannya dengan dunia usaha dan perusahaan,” Pungkasnya.(ds/adf)

 

 

Baca Juga !
Tinggalkan komentar