Fadli Zon Soroti Konsistensi Pemikiran Presiden Prabowo

DINAMIKA SULTRA.COM, JAKARTA – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyoroti konsistensi pemikiran Presiden Prabowo Subianto dalam acara bedah buku berjudul “Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung” di Jakarta pada Minggu (15/2).
Sebagaimana dikutip dalam siaran pers kementerian pada Senin, dia mengatakan bahwa buku karya wartawan senior J. Osdar itu memotret konsistensi pemikiran Presiden Prabowo yang terbangun selama puluhan tahun.
Fadli Zon mengemukakan bahwa langkah-langkah yang dijalankan oleh Presiden Prabowo saat ini merupakan eksekusi dari dialektika pemikiran panjangnya.
“Pak Prabowo tidak berubah. Apa yang beliau lakukan hari ini adalah exercise atau pelaksanaan dari akal sehat itu sendiri,” kata Fadli Zon, yang mengenal Prabowo sejak aktif di Center for Policy and Development Studies (CPDS) pada 1993.
“Bagi Beliau, akal sehat tidak boleh hanya berhenti di ruang diskusi atau perdebatan intelektual, tetapi harus dilaksanakan melalui jalur politik,” katanya.
Dia menyebut kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sebagai manifestasi nyata dari “politik akal sehat” yang berakar pada amanat konstitusi.
Fadli Zon menekankan bahwa Presiden Prabowo berkomitmen untuk meluruskan arah ekonomi bangsa kembali ke Pasal 33 Undang-Undang Dasar tahun 1945.
Kebijakan strategis untuk mewujudkan swasembada pangan dan energi serta program makan bergizi gratis, menurut dia, merupakan bagian dari upaya untuk mengoreksi praktik liberalisasi ekonomi yang kebablasan.
“Pekerjaan besar kita sekarang adalah melakukan koreksi terhadap neoliberalisme,” katanya.
“Pak Prabowo ingin mengembalikan ekonomi kita ke jalur konstitusi yang sifatnya imperatif: bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai negara untuk kemakmuran rakyat. Itulah ideologi ekonomi strukturalis, atau ekonomi yang menempatkan National Interest First,” ia menjelaskan.
Ia menyampaikan tiga pilar utama yang sedang dibangun oleh pemerintahan Presiden Prabowo untuk mencapai tujuan tersebut, yakni pembenahan institusi negara agar tepat fungsi, penerapan kebijakan intervensi negara yang pas dan terukur, dan koordinasi lintas sektor yang efektif.
Fadli Zon berharap buku “Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung” bisa menjadi ruang refleksi sekaligus pengingat bahwa kekuasaan sejatinya adalah alat untuk melayani kepentingan nasional dengan ketenangan dan kedewasaan.
Acara bedah buku karya J. Osdar dimoderatori oleh pakar komunikasi Effendi Gazali. Pembicaranya meliputi Jimly Asshiddiqie, Aris Marsudiyanto, Suryopratomo, dan Anindya Novan Bakrie.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Anggota DPR RI Aboe Bakar Al Habsyi, pengamat Rocky Gerung, dan para pegiat literasi hadir dalam acara tersebut.(ds/antara)