UHO Dukung Pembangunan SMA Unggul Garuda

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Universitas Halu Oleo (UHO) melalui Pusat Pengkajian Lingkungan Hidup (PPLH) mengambil peran dalam mendukung pembangunan SMA Unggul Garuda melalui penyusunan dokumen Analisis Dampak Lingkungan Hidup (Andal).
Hal ini dikatakan oleh Prof. Iskandar, S.P.,M.Si, Ph.D, saat Rapat Komisi Penilaian Andal, Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RKL-RPL), Rencana Kegiatan Pembangunan SMA Unggul Garuda di Desa Lebo Jaya, Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), di Same Boutique, Senin (16/2/2026).
Ketua Tim Penyusun Andal, Prof. Iskandar, S.P.,M.Si, Ph.D., mengatakan bahwa pembangunan SMA Unggul Garuda merupakan salah satu program strategis Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan.
Dalam pelaksanaannya, kementerian menunjuk UHO sebagai pelaksana kajian Andal yang secara teknis dikoordinasikan melalui PPLH UHO.
“Saya ditunjuk sebagai koordinator kegiatan sekaligus Ketua Tim Penyusunan Andal. Proses penyusunan dilakukan melalui beberapa tahapan. Pada Desember lalu, kami telah menyelesaikan penyusunan kerangka acuan sebagai langkah awal. Hari ini dilanjutkan dengan pembahasan kerangka teknis serta rapat komisi,” ujarnya.
Ia menjelaskan target akhir dari rangkaian kegiatan ini adalah terbitnya rekomendasi persetujuan lingkungan hidup, yang menjadi dasar bagi pemrakarsa dalam hal ini kementerian untuk melanjutkan tahapan pembangunan konstruksi hingga operasional sekolah.
“Dalam penyusunan Andal ini, kami melibatkan para pakar lintas bidang yang seluruhnya berasal dari dosen UHO, meliputi ahli fisika-kimia lingkungan, biologi, sosial budaya, serta kesehatan masyarakat, didukung oleh para asisten dari kalangan dosen,” jelasnya.
Program SMA Unggul Garuda sendiri bertujuan menghadirkan layanan pendidikan berstandar nasional dan internasional. Diharapkan para peserta didik memiliki kompetensi global sehingga mampu bersaing di tingkat dunia.
“Sekolah ini dirancang dengan kurikulum khusus, fasilitas berskala nasional dan internasional, tenaga pengajar berkompetensi global yang menguasai Bahasa Inggris, serta dilengkapi dengan asrama,” ungkapnya.
Ia menerangkan sekolah ini diharapkan menjadi peluang besar bagi generasi muda, khususnya anak-anak daerah Sulawesi Tenggara, termasuk yang berada di sekitar Desa Lebo Jaya sebagai lokasi pembangunan.
“Namun demikian, SMA Unggul Garuda juga terbuka bagi peserta didik dari seluruh Indonesia. Proses penerimaan dilakukan secara transparan, objektif, dan berbasis kemampuan, tanpa sistem titipan atau koneksi, dengan persyaratan akademik yang jelas,” terangnya.
Dalam kegiatan ini, hadir berbagai pemangku kepentingan, mulai dari anggota DPRD Komisi III, Asisten II Pemerintah Daerah, kepala OPD terkait, Dinas Lingkungan Hidup, hingga tokoh masyarakat dan pemerintah desa.
“Seluruh masukan akan kami rangkum dan masukkan ke dalam dokumen Andal sehingga menjadi dokumen yang partisipatif serta mencerminkan aspirasi stakeholder,” katanya.
Dalam dua hingga tiga hari kedepan, tim akan melakukan penyempurnaan dokumen berdasarkan hasil konsultasi publik dan rapat komisi.
“Harapannya, dokumen Andal segera rampung dan disahkan, sehingga kementerian dapat menindaklanjuti pembangunan sekolah ini secara lebih cepat,” harapnya.
Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Konsel, Hasran Parenda, S.TP,. M.AP mengungkapkan bahwa hari ini telah dilaksanakan rapat Komisi Penilaian Andal serta RKL–RPL untuk pembangunan SMA Unggul Garuda yang berlokasi di wilayah Kabupaten Konawe Selatan.
“Melalui rapat ini, dokumen yang dipresentasikan oleh tim penyusun dibahas bersama tim penguji, dalam hal ini Komisi Andal Konsel. Proses diskusi difokuskan pada pendalaman substansi dokumen, termasuk masukan dan perbaikan, agar dokumen lingkungan yang dihasilkan tetap relevan hingga puluhan tahun ke depan,” ucapnya.
Ia menuturkan bahwa, dokumen Andal, RKL, dan RPL yang disusun mampu mengantisipasi berbagai potensi dampak lingkungan sekaligus selaras dengan perkembangan daerah, kemajuan zaman, serta teknologi. Karena itu, baik peserta rapat maupun tim penyusun diharapkan bersikap proaktif dalam menyempurnakan dokumen agar benar-benar komprehensif dan aplikatif.
“Kita patut bersyukur dan bangga karena akan hadir SMA Unggul Garuda di Konsel. Dalam proses ini, kita mendahulukan kajian dampak lingkungan sebagai bentuk komitmen bersama agar pembangunan berjalan berkelanjutan,” tuturnya.
Saat ini, proses sosialisasi penerimaan calon guru juga sudah mulai berjalan. Tahapan berikutnya akan dilanjutkan dengan sosialisasi penerimaan calon siswa.
“Pembangunan fisik sekolah ditargetkan rampung sekitar bulan Juni mendatang,” Tutupnya.(ds/adf)