Mahasiswa UHO Raih Medali Emas di Kuala Lumpur

Listen to this article
Mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) yakni Nur Ilmi Khair, Muh. Syahdillah Rais Randa Jaya A, Ahmad Rijal Hanif serta Diyyanah Nur Fathyyah berhasil membawa pulang medali emas (Gold Medal) sekaligus menyandang predikat First Winner dalam ajang 2nd International Student Summit (International Essay Competition) yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia pada 14–15 Februari 2026 lalu.(Humas-UHO)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) yakni Nur Ilmi Khair, Muh. Syahdillah Rais Randa Jaya A, Ahmad Rijal Hanif serta Diyyanah Nur Fathyyah berhasil membawa pulang medali emas (Gold Medal) sekaligus menyandang predikat First Winner dalam ajang 2nd International Student Summit (International Essay Competition) yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia pada 14–15 Februari 2026 lalu.

Dosen Pendamping, La Taya mengatakan bahwa, Nur Ilmi Khair dan Muh. Syahdillah Rais Randa Jaya A merupakan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Ahmad Rijal Hanif serta Diyyanah Nur Fathyyah mahasiswa Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

“Mereka tergabung dalam satu tim dan berhasil memukau dewan juri melalui karya inovatif berjudul Ingoni Play Box: A Hybrid Gamified Learning Model for Sexual Violence Prevention among Children with Intellectual Disabilities, ” ujarnya.

“Tak hanya bersaing dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Asia Tenggara, esai mereka dinilai paling unggul dan solutif, sehingga layak menyandang gelar juara pertama sekaligus peraih medali emas,” sambung La Taya.

La Taya menjelaskan, Ingoni Play Box lahir dari keprihatinan mendalam terhadap tingginya risiko kekerasan seksual yang dialami anak-anak dengan disabilitas intelektual.

“Mereka seringkali luput dari program-program edukasi pencegahan kekerasan karena metode konvensional dinilai tidak ramah terhadap kebutuhan kognitif mereka. Pendidikan pencegahan yang ada saat ini gagal untuk menemukan kebutuhan kognitif dan sensorik anak-anak dengan disabilitas intelektual,” jelasnya.

Nur Ilmi Khair, mahasiswa Ilmu Komunikasi menyebut, bahwa inovasi ini menggabungkan permainan interaktif dan pembelajaran berbasis teknologi.

“Kami menciptakan metode yang tidak hanya informatif, tetapi juga menyenangkan dan mudah dipahami anak-anak dengan keterbatasan intelektual. Ingoni Play Box hadir sebagai jembatan agar mereka bisa mengenali dan melindungi diri dari potensi kekerasan seksual,” ucapnya.

Sementara Ahmad Rijal Hanif mengungkapkan, Ingoni diambil dari bahasa daerah yang mengandung makna kebersamaan dan perlindungan.

“Model pembelajaran ini dirancang dengan pendekatan gamifikasi, sehingga anak-anak bisa belajar melalui simulasi dan permainan yang aman,” ungkap Rijal.

Rijal berharap, agar Ingoni Play Box tidak berhenti sebagai karya tulis, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata di sekolah-sekolah luar biasa (SLB) dan komunitas anak berkebutuhan khusus di Indonesia, khususnya di Sulawesi Tenggara.

“Kami ingin inovasi ini bermanfaat luas. Masih banyak anak-anak di luar sana yang perlu dilindungi dengan cara yang tepat. Ini baru awal, dan kami akan terus berjuang,” harapnya.

Dekan Fisip UHO, Prof. Dr. Eka Suaib, M.Si., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada kedua mahasiswa tersebut.

“Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa UHO tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap persoalan sosial dan mampu melahirkan solusi inovatif. Kami bangga dan berharap ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya,” Tutup Prof. Eka Suaib.(ds/adf)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar