Menlu: Posisi Wakil Panglima ISF Cerminkan Teputasi Misi Perdamaian RI

Listen to this article
Presiden Prabowo Subianto (keempat kiri bawah) memberikan pernyataan saat KTT Dewan Perdamaian (BoP) di Donald J. Trump US Institute of Peace, Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026). Pada KTT BoP itu Indonesia menyatakan kesiapan untuk berkontribusi pada International Stabilization Force (ISF) serta mendukung rekonstruksi dan stabilisasi jangka panjang Gaza. (ds/ANTARA FOTO/HO-Setpres/hma/wpa.)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, JAKARTA – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyampaikan bahwa posisi Wakil Panglima International Stabilization Force (ISF) yang diberikan kepada Indonesia mencerminkan penghargaan terhadap reputasi Indonesia dalam misi perdamaian dunia.

 

“Posisi wakil panglima ini merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan terhadap track record Indonesia, kemudian reputasi prajurit-prajurit Indonesia di berbagai medan penjagaan perdamaian,” kata Sugiono saat memberikan keterangan pers di Washington DC, Jumat (20/2) malam waktu setempat.

 

Menlu RI menjabarkan bahwa susunan komando ISF terdiri dari seorang Panglima yang membawahi tiga Wakil Panglima, dan Indonesia diamanahkan menduduki jabatan Wakil Panglima Operasi.

 

Penentuan komando ISF tersebut, kata dia, didasari atas kontribusi personel terbesar dari negara-negara pesertanya. Karena Amerika Serikat memiliki kontribusi terbesar, maka negara tersebut diberi kehormatan sebagai Panglima ISF.

 

Mengingat Indonesia juga berkomitmen mengirimkan personel dengan jumlah yang besar, hingga sekitar 8.000 personel dengan kemungkinan penambahan lebih lanjut, maka Indonesia ditawari posisi wakil panglima, kata Sugiono.

 

Adapun total personel ISF yang akan ditempatkan di Jalur Gaza diperkirakan sekitar 20.000 personel, dengan proyeksi jumlah personel kepolisian di Gaza adalah sekitar 12.000 orang.

 

Menurut dia, penugasan tersebut mencerminkan tingginya harapan komunitas internasional terhadap kontribusi militer Indonesia dalam menciptakan perdamaian berkelanjutan di Palestina.

 

Menlu RI menegaskan pula bahwa personel Indonesia yang akan bergabung di ISF akan berfokus pada tugas-tugas kemanusiaan serta tidak akan dilibatkan menghadapi pihak-pihak berkonflik.

 

“Saya kira kedudukan ini akan bisa memfasilitasi apa yang menjadi tujuan dan niatan kita mengirimkan pasukan di ISF,” ucap Menlu RI.

 

Dalam pertemuan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) di Washington DC, Kamis (19/2) Panglima ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers mengumumkan bahwa Indonesia telah menerima tawaran posisi Wakil Panglima ISF.

 

Sementara, Presiden RI Prabowo Subianto, ditemui seusai pertemuan Dewan Perdamaian, turut mengkonfirmasi bahwa Indonesia ditawari posisi Wakil Panglima ISF dan telah menerima tawaran tersebut.

 

Oleh karena itu, Presiden memastikan bahwa Indonesia akan menunjuk perwira terbaik yang nantinya akan mewakili Indonesia sebagai Wakil Panglima ISF. “Ya dipilih, ya kita cari yang bagus,” kata Presiden Prabowo.(ds/antara)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar