Permintaan Lemang di Banda Aceh Meningkat Saat Ramadhan 1447 H

Listen to this article
Pekerja membakar lemang di Banda Aceh, Sabtu (21/2/2026). (ds/ANTARA/M Haris SA)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, BANDA ACEH – Perajin lemang di Kota Banda Aceh menyebutkan permintaan lemang bambu pada awal Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi meningkat dibandingkan hari biasa.

 

“Dalam beberapa hari awal puasa ini ada peningkatan permintaan lemang dibandingkan hari biasa. Lemang biasanya dijadikan takjil atau makanan berbuka puasa,” kata Hafsah, perajin lemang bambu di Banda Aceh, Sabtu.

 

Hafsah merupakan wanita berusia 70-an tahun, sudah memproduksi lemang bambu sejak 2000. Ia membuka lapak lemang di kawasan Jalan Syiah Kuala, Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh.

 

Hasfah menuturkan peningkatan permintaan bisa dilihat dari lemang yang diproduksi. Pada hari biasa atau bukan di bulan puasa, lemang produksinya menghabiskan 15 kilogram beras ketan per hari.

 

Pada Ramadhan 1447 Hijriah, produksi lemang menghabiskan 75 kilogram beras ketan setiap hari.

 

“Di awal puasa ini, hampir setiap hari habis,” kata Hafsah.

 

“Lemang yang kami buat ada tiga jenis, yakni lemang ketan putih, lemang ketan hitam, dan lemang ubi. Alhamdulillah, dalam beberapa hari puasa ini rata-rata habis terjual,” katanya.

 

Dalam satu kilogram beras ketan, kata Hafsah, bisa untuk tiga hingga empat batang lemang bambu dengan panjang kurang dari satu meter. Dan itu juga tergantung besar kecilnya atau diameter bambu yang digunakan.

 

Hasfah menyebutkan harga lemang yang dijual bisa perpotongan dan bisa juga batangan.

 

Untuk perpotongan dijual Rp5 ribu hingga Rp25 ribuan. Jika per batang, dijual dengan harga berkisar Rp30 ribu hingga Rp100 ribuan.

 

“Harga tetap sama, baik itu di bulan puasa maupun hari biasa. Kami tidak menaikkan harga, kendati permintaan meningkat pada bulan puasa. Pembeli biasanya langganan dari Banda Aceh dan sekitarnya,” kata Hasfah.

 

Selama bulan puasa ini, kata dia, usaha lemangnya enam pekerja agar permintaan bisa terpenuhi. Kalau hari biasa hanya dua hingga orang. Sebagian pekerja tugasnya membakar lemang karena waktu yang dibutuhkan hingga empat jam.

 

“Untuk bahan baku bambu, kami didatangkan dari Kabupaten Pidie. Pasokan bambu dilakukan dua kali dalam sebulan. Bambu yang dipasok panjangnya lima hingga enam meter,” kata Hafsah.(ds/antara)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar