Tahun Pertama Kepemimpinan, Bombana Jaga Stabilitas dan Akselerasi Program

DINAMIKA SULTRA.COM, BOMBANA – Satu tahun setelah dilantik Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, pasangan Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si., dan Wakil Bupati Ahmad Yani, S.Pd., M.Si., mulai menunjukkan arah pembangunan yang semakin terstruktur dan terasa dampaknya.
Memasuki tahun pertama periode 2025–2030, Pemerintah Kabupaten Kabupaten Bombana menegaskan visi “Bombana Berdaya Saing Berbasis Agro-Minapolitan” sebagai pijakan utama pembangunan. Infrastruktur, pertanian, perikanan, layanan kesehatan hingga pendidikan menjadi sektor yang didorong bergerak bersamaan.
Di sektor infrastruktur, percepatan pembangunan jalan dilakukan melalui kombinasi APBD, APBN, dan dukungan perusahaan swasta.
Di zona Kabaena, sepanjang 74,7 kilometer jalan ditingkatkan melalui kontribusi perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.
Dari APBD, pengaspalan jalan Sikeli–Dongkala sepanjang 5,25 kilometer, Toburi–Tongkoseng 1,65 kilometer, Tongkoseng–Tontonunu 1 kilometer, serta penimbunan Baypass–Rumbia 975 meter menjadi proyek prioritas.
Sementara melalui APBN, pengaspalan Robuli–Tampabulu sepanjang 1,2 kilometer dan Teppoe–Tampabulu 5,4 kilometer memperkuat konektivitas antarwilayah.
“Pembangunan jalan ini bukan hanya soal aspal. Ini tentang akses hasil pertanian, biaya transportasi yang lebih ringan, dan kemudahan masyarakat menuju layanan kesehatan maupun pendidikan,” ujar Bupati Burhanuddin dalam keterangan resminya.
Selain jalan, pembangunan dan lanjutan Jembatan Wolfolebert di tiga zona—Rumbia, Poleang, dan Kabaena—serta pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di sejumlah titik menjadi bagian dari penguatan kebutuhan dasar warga.
Pada 2025, Bombana juga memperoleh Program Penanganan Kemiskinan Ekstrem Terintegrasi di Desa Tampabulu, Kecamatan Poleang Utara, dengan pagu anggaran Rp7,47 miliar.
Program ini mencakup penataan lingkungan, sanitasi, dan penyediaan air minum.
Sebagai daerah berbasis agro-minapolitan, penguatan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan menjadi prioritas utama.
Pemerintah menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian, pupuk, bibit tanaman, bibit ternak, pakan, vaksin, dan obat hewan di tiga zona. Jalan usaha tani sepanjang 25 kilometer dibangun untuk membuka akses produksi.
Pembukaan lahan sawah seluas 750 hektare melalui APBN—ditambah 13 hektare dari APBD—jaringan irigasi tersier 410 meter, serta 22 titik sumur bor persawahan dilakukan untuk meningkatkan produktivitas petani.
Di sektor perikanan, bantuan mesin tangkap, peralatan nelayan, pupuk tambak, rehabilitasi tambak, serta pembangunan tambatan perahu turut direalisasikan. Pemerintah daerah juga bersinergi dengan pusat dalam pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kecamatan Poleang Tenggara.
Di bidang sosial, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) telah diterima 84 rumah tangga di tiga zona. Pemerintah juga rutin menggelar pasar murah dan sidak pasar untuk menjaga stabilitas harga serta menekan inflasi.
Dalam sektor kesehatan, Bombana meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 kategori Level Utama. Capaian itu menunjukkan lebih dari 95 persen masyarakat telah terlindungi dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional.
Upaya penurunan stunting diperkuat melalui program DAHSAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) bersama Tim Penggerak PKK. Pembangunan puskesmas pembantu dan rehabilitasi fasilitas kesehatan memperluas jangkauan pelayanan.
“Target kami jelas, masyarakat tidak boleh lagi kesulitan mengakses layanan kesehatan,” kata Wakil Bupati Ahmad Yani.
Di sektor pendidikan, 816 siswa menerima Beasiswa Berani dan Berprestasi. Pemerintah juga membagikan 1.000 set seragam sekolah untuk siswa SD dan 400 set untuk siswa SMP. Pembangunan ruang kelas baru dan rehabilitasi sekolah dari TK hingga SMP turut dilakukan.
Sementara di sektor ekonomi kreatif, peralatan dan mesin diberikan kepada UMKM di tiga zona. Bersama Dekranasda, program Satu Desa Satu Produk digencarkan guna memperkuat identitas produk lokal.
Penataan ruang publik juga menjadi perhatian, termasuk taman Kantor Bupati, pelataran Masjid Nurul Imam Kasipute, serta Ruang Terbuka Hijau Rumbia dan Poleang.
Pelayanan publik diperkuat melalui peluncuran Call Center 112, yang memungkinkan laporan masyarakat ditangani lebih cepat dan terkoordinasi.
Dalam kurun waktu satu tahun, Pemerintah Kabupaten Bombana kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke-12 berturut-turut. Selain itu, sejumlah penghargaan lain diraih, termasuk TPID Berprestasi Kawasan Sulawesi dan UHC Award 2026 Level Utama.
Secara individu, Bupati Bombana juga menerima sejumlah penghargaan nasional atas inovasi tata kelola daerah.
Namun, menurut Burhanuddin, capaian paling penting bukanlah deretan trofi.
“Yang paling utama adalah kepercayaan masyarakat. Kalau masyarakat merasa pemerintah hadir dan bekerja, itu yang menjadi ukuran sebenarnya,” ujarnya.
Satu tahun memang bukan waktu yang panjang. Tetapi di Bombana, fondasi telah diletakkan. Jalan mulai tersambung, sawah mulai produktif, layanan publik semakin terbuka.
Perjalanan masih panjang. Namun arah sudah ditentukan.(ds/mdn/ono)