BI Sulsel Bantu Pastikan Ekosistem Rantai Pasok MBG Lancar

Listen to this article
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda. (ds/ANTARA/Suriani Mappong)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, MAKASSAR – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (KPw BI Sulsel) Rizki Ernadi Wimanda mengatakan peran BI membantu memastikan kelancaran ekosistem rantai pasok Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) melalui penguatan peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan BI.

 

Kepala BI Sulsel Rizki Ernadi Wimanda di Makassar, Minggu, mengungkapkan, salah satu contoh yang dijalankan yaitu di Pesantren Darul Istiqamah bersama UMKM di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Di lokasi binaan BI ini program MBG dilaksanakan dengan memaksimalkan potensi ekonomi lokal yang ada di sekitar pesantren.

 

“Bentuk dukungan BI terhadap program MBG adalah memastikan kelancaran suplai bahan-bahan pangan yang berasal dari UMKM binaan Bank Indonesia,” ujarnya.

 

Pihaknya juga memastikan UMKM ini dikelola oleh tenaga profesional agar bisnisnya berjalan dengan baik, termasuk kebutuhan pangan MBG dikelola melalui Koperasi Merah Putih milik pesantren yang menyerap langsung hasil panen para petani dan peternak lokal.

 

Menurut Rizki, skema ini memperpendek rantai distribusi sekaligus memberi kepastian pasar bagi pelaku usaha di sekitar pesantren.

 

Selain itu, sebagian bahan baku juga bersumber dari fasilitas “green house” yang dikelola petani di area pesantren.

 

“Green house” tersebut memproduksi berbagai komoditas sayur dan buah segar berkualitas yang mendukung keberlanjutan pasokan pangan.

 

Untuk suplai ke Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG), bahan pangan seperti buah-buahan, sayuran, dan cabai berasal dari hasil panen petani setempat dan disalurkan langsung ke SPPG.

 

Unit ini bertugas mengolah dan mendistribusikan makanan bergizi kepada para penerima manfaat. BI Sulsel juga melakukan pendampingan intensif kepada petani, peternak, dan pengelola usaha agar mampu menyuplai bahan baku secara konsisten.

 

“BI memberikan pendampingan agar sistem pengelolaan bisnis rantai pasok ini berjalan profesional dan berkelanjutan,” jelas Rizki.

 

Melalui skema tersebut, program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi masyarakat dan santri, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi yang positif bagi petani, peternak, dan UMKM di lingkungan pesantren.(ds/antara)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar