Fahri Hamzah Minta Sultra Dorong Usaha Tambang Juga Hilirisasi ke Wisata

Listen to this article
Wamen PKP RI Fahri Hamzah saat berkunjung di Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (5/3/2026). (Ist)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Wakil Menteri (Wamen) Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah meminta Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk mendorong perusahaan pertambangan juga melakukan hilirisasi ke sektor non-tambang, khususnya pariwisata.

 

Wamen PKP RI Fahri Hamzah saat ditemui di Kendari, Kamis, mengatakan bahwa langkah tersebut dilakukan agar pembangunan daerah di Bumi Anoa tidak hanya bergantung pada industri ekstraktif, tetapi juga mampu menciptakan keberlanjutan ekonomi melalui potensi alam yang tersedia.

 

“Perusahaan-perusahaan tambang itu seharusnya juga melakukan hilirisasi ke sektor non-tambang guna membantu perbaikan kawasan. Jangan hanya memanfaatkan sumber daya alam, tetapi tanggung jawab perbaikan lingkungannya diabaikan,” kata Fahri Hamzah saat melakukan kunjungan kerja di Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra.

 

Dia menyebutkan bahwa sektor pariwisata merupakan alternatif ekonomi yang menjanjikan bagi Sultra. Dengan potensi pesisir dan taman laut yang besar, wilayah ini diyakini mampu menarik investasi jika dikelola secara profesional dan tertata.

 

“Penataan kawasan menjadi kunci utama dalam menarik minat wisatawan. Oleh karena itu, pemerintah daerah diharapkan mulai membenahi wajah kota, terutama Kota Kendari, agar menjadi lingkungan yang bersih, rapi, dan nyaman bagi pengunjung maupun warga,” ujarnya.

 

Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang pesat di wilayah perkotaan, Fahri menyebut perlunya perencanaan pembangunan perumahan yang komprehensif untuk mencegah kepadatan kawasan yang tidak terkendali.

 

“Kementerian PKP siap memberikan dukungan dalam perencanaan renovasi perumahan, penataan kawasan, hingga pembangunan hunian baru, khususnya di wilayah yang masih memiliki permukiman kumuh,” sebut Fahri Hamzah.

 

Ia menambahkan bahwa upaya penataan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto melalui kampanye Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Program ini bertujuan menciptakan lingkungan perkotaan yang berkualitas dan asri bagi masyarakat luas.

 

Fahri Hamzah juga berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta, khususnya perusahaan tambang, dapat mempercepat transformasi ekonomi Sulawesi Tenggara dari ketergantungan pada komoditas mentah menuju sektor jasa dan pariwisata yang berkelanjutan.(ds/ono)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar