Kemenhub Berangkatkan Ratusan Pemudik Gratis Rute Kendari–Raha

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI resmi memberangkatkan ratusan penumpang program mudik gratis jalur laut rute Kendari–Raha di Pelabuhan Nusantara Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Tenggara (Sultra) Husni Mubarak saat ditemui di Kendari, Kamis, mengatakan sebanyak 400 penumpang diberangkatkan dalam seremoni pelepasan perdana tersebut menggunakan KM Cantika Express 07.
“Program mudik gratis ini bertujuan menekan penggunaan kendaraan pribadi, terutama roda dua, guna mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas,” kata Husni Mubarak.
Dia menyebutkan bahwa berdasarkan data, hampir 70 persen kecelakaan lalu lintas melibatkan kendaraan roda dua. Oleh karena itu, pemerintah mendorong masyarakat beralih ke moda transportasi umum yang lebih aman.
Selain faktor keselamatan, Husni Mubarak juga menyebut program ini merupakan bentuk kehadiran negara untuk meringankan beban ekonomi masyarakat menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
“Yang terpenting adalah mengurangi beban masyarakat pada Lebaran ini, khususnya dalam melakukan perjalanan mudik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IIA Kendari Capt. Rahman menjelaskan bahwa layanan mudik gratis rute Kendari–Raha dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni 12, 13, dan 14 Maret 2026.
“Untuk rute Kendari–Raha kami siapkan kuota 2.000 tiket. Selanjutnya, akan dibuka rute Kendari–Baubau pada 17 dan 18 Maret 2026 dengan kuota 1.200 tiket,” ungkap Capt. Rahman.
Dia menyebutkan bahwa seluruh prosesi pemberangkatan para pemudi gratis tersebut dilakukan dengan lancar dan aman, dengan diawali oleh penyerahan tiket secara simbolis kepada calon penumpang.
“Seluruh pemudik kemudian diarahkan menuju dermaga untuk naik ke kapal,” sebutnya.
Capt. Raman berharap para masyarakat yang menikmati layanan mudik gratis Kemenhub tersebut bisa sampai di kampung halaman tanpa ada hambatan dan gangguan yang terjadi.(ds/ono)