BMKG Minta Petani di Sultra Sesuaikan Jadwal Tanam Hadapi Kemarau 2026

Listen to this article
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas IV Sultra Kusairi. (ds/HO-BMKG Kendari)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta para petani di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk segera menyesuaikan jadwal tanam guna meminimalkan dampak kekeringan, menyusul prediksi masuknya musim kemarau pada Juni 2026.

 

 

 

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas IV Sultra Kusairi saat ditemui di Kendari, Jumat mengatakan, sektor pertanian menjadi salah satu bidang yang paling krusial untuk melakukan langkah antisipasi sejak dini.

 

“Untuk bidang pangan, para petani diharapkan menyesuaikan jadwal tanam dengan kondisi prakiraan musim atau iklim yang telah dirilis oleh BMKG,” kata Kusairi.

 

Ia menyebutkan bahwa selain pengaturan waktu tanam, pihaknya juga menyarankan petani agar memilih varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kering.

 

Kusairi mengungkapkan bahwa pemilihan jenis tanaman yang membutuhkan sedikit air dan memiliki siklus tanam pendek dinilai menjadi kunci untuk menghindari risiko gagal panen.

 

“Petani juga diharapkan memilih varietas tanaman yang membutuhkan air sedikit, tahan kekeringan, dan memiliki siklus tanam yang lebih pendek,” ujarnya.

 

Di samping sektor pertanian, Kusairi menekankan pentingnya revitalisasi waduk dan perbaikan jaringan distribusi air oleh pemerintah daerah untuk menjamin ketersediaan air bagi masyarakat dan irigasi lahan.

 

Terkait potensi bencana, Dia juga mengingatkan adanya peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta penurunan kualitas udara akibat polutan yang mudah terkonsentrasi saat cuaca kering.

 

“Pada musim kemarau ini kita juga rawan kebakaran, baik kebakaran hunian maupun kebakaran hutan dan lahan. Termasuk juga potensi kekeringan sehingga masyarakat perlu mengantisipasi sejak dini,” tambah Kusairi.(ds/Ono)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar