Baznas RI-TNI AL Berangkatkan 1.448 Pemudik dengan Kapal Perang

DINAMIKA SULTRA.COM, JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama TNI Angkatan Laut (AL) memberangkatkan 1.448 pemudik beserta 503 sepeda motor menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Banda Aceh-593 menuju Semarang dan Surabaya pada Selasa (17/3).
Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid dalam keterangan di Jakarta, Rabu, mengatakan kerja sama dengan TNI AL dalam program Mudik Gratis ini kembali dilakukan sebagai upaya membantu masyarakat pulang kampung, khususnya bagi kelompok yang membutuhkan.
“Baznas kembali bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut menggunakan kapal laut (perang), dengan jumlah yang diberangkatkan sekitar 1.448 orang untuk pulang-pergi,” katanya.
Sodik menerangkan para pemudik diberangkatkan dari Dermaga Kolinlamil TNI AL, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Untuk saat ini, jelas dia, rute pelayaran masih difokuskan ke wilayah Pulau Jawa, yakni Semarang dan Surabaya. Meski demikian, Baznas berencana memperluas jangkauan program ke wilayah lain pada masa mendatang.
“Kami berharap tahun depan rutenya bukan hanya ke Jawa, tetapi juga ke Sumatera dan daerah lainnya,” ujarnya.
Sodik menjelaskan Baznas memberikan berbagai fasilitas bagi para pemudik, mulai dari konsumsi selama perjalanan, bingkisan untuk kru kapal, hingga dukungan layanan kesehatan guna memastikan perjalanan berlangsung aman dan nyaman.
Ia mengatakan peserta mudik berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari ibu rumah tangga, pengemudi ojek, asisten rumah tangga, mahasiswa, hingga pedagang.
Sodik menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin dengan TNI AL dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ia mengajak masyarakat untuk terus mendukung program zakat melalui Baznas.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Menko Polkam) Djamari Chaniago menegaskan pemerintah terus mengawal pelaksanaan mudik agar berjalan aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Sejak awal kami harus memberikan kenyamanan dan keamanan buat masyarakat Indonesia yang akan pulang mudik. Kewajiban kami sebagai bagian dari pemerintahan ini, dari negara ini, untuk memberikan sesuatu yang menyamankan dan mengamankan masyarakat kita pulang kampung, mudik dalam rangka Idul Fitri,” kata Djamari.
Menurutnya, penggunaan KRI sebagai moda transportasi mudik dapat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas dan risiko kecelakaan di jalur darat, khususnya dari Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan program mudik gratis ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 13 Maret 2026 untuk membantu melancarkan mudik Lebaran 1447 H/2026 M.
“Kami ingin memberikan sesuatu yang membuat masyarakat nyaman dan aman saat pulang kampung. Ini bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat,” ucap Ali.(ds/antara)