Pemprov Sultra Percepat Mekanisasi Pertanian Lewat Bantuan Ratusan Alsintan

Listen to this article
Pemprov Sultra saat menyalurkan bantuan alsintan kepada petani di Sulawesi Tenggara. (ds/HO-Pemprov Sultra)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mendorong percepatan mekanisasi sektor pertanian dengan menyalurkan ratusan unit alat dan mesin pertanian (alsintan) guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani di seluruh kabupaten/kota.

 

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra Prof. Muhammad Taufik saat ditemui di Kendari, Senin, mengatakan penguatan infrastruktur ini merupakan langkah strategis untuk menggenjot produksi di tengah keterbatasan anggaran daerah.

 

“Sesuai arahan Bapak Gubernur, pembangunan sektor pertanian harus berbasis solusi dan teknologi. Bantuan ini merupakan bukti komitmen pemerintah provinsi untuk selalu hadir mendampingi petani,” kata Muhammad Taufik.

 

Dia menyebutkan sejak tahun 2025, Sultra telah menerima bantuan berbagai jenis alsintan dari Kementerian Pertanian RI, yang meliputi 100 unit traktor roda dua (TR-2), 52 unit traktor roda empat (TR-4), 10 unit mesin panen (combine harvester), 25 unit pompa air, hingga tiga unit drone untuk pemupukan.

 

“Pada awal triwulan kedua tahun 2026 ini, Pemprov Sultra kembali mendatangkan tambahan 40 unit TR-2. Langkah ini dilakukan untuk mendukung perluasan program cetak sawah di Sultra yang kini mencapai total 24.050 hektare,” ujarnya.

 

Muhammad Taufik mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya telah menyalurkan bantuan tersebut ke kelompok tani di Kabupaten Konawe dan Kolaka Timur. Selain traktor, bantuan pompa air juga diberikan kepada petani di Desa Wia-Wia dan Desa Tokai yang tengah menghadapi ancaman kekeringan ekstrem.

 

Ia menjelaskan bahwa seluruh alsintan tersebut didistribusikan secara proporsional berdasarkan Luas Lahan Baku Sawah (LBS) dan berstatus pinjam pakai agar dapat dimanfaatkan secara bergilir oleh kelompok tani lain.

 

“Penyaluran alsintan ini tidak dipungut biaya apa pun. Jika penggunaan di satu kelompok sudah selesai, alat dapat dipergunakan oleh kelompok tani lainnya sehingga asas manfaatnya merata,” jelas Muhammad Taufik.

 

Muhammad Taufik menambahkan dengan adanya modernisasi melalui traktor, mesin panen, dan teknologi drone, pemerintah daerah berharap proses pengolahan lahan hingga pascapanen menjadi lebih cepat dan mampu meminimalisir risiko kerugian bagi para petani di Sulawesi Tenggara.(ds/Ono)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar