Bupati Muna Kerap Mendapatkan Kritikan Atas Jalan Rusak, Bachrun: Itu Lawan Politik

DINAMIKA SULTRA.COM, MUNA – Mengenai keluhan masyarakat terkait beberapa ruas jalan yang ada dalam kota maupun luar kota, Bupati Muna, Bachrun Labuta menyebut bahwa yang kritik maupun keluhkan jalan merupakan lawan politiknya dalam Pilkada.
“Tidak perlu saya jawab itu, karena yang mengeluh persoalan jalan itu saya lihat lawan politik,” ungkap Bachrun saat ditemui di ruangannya, Senin 13 April 2026.
Dikonfirmasi apakah perbaikan jalan ini karena efisiensi anggaran, Bupati Muna Bachrun mengungkapkan kalau ada anggaran kita lakukan perbaikan.
“Konteksnya itu tidak ada uang, saya sampaikan bahwa Muna hari ini di kepemimpinan saya sebagai Bupati diwariskan utang 40 Miliar setiap tahun, ditambah lagi tahun lalu efisiensi anggaran senilai 59 Miliar, dan tahun ini efisiensi anggaran 120 Miliar, tidak hilang saja anggaran kita sudah kurang sehingga sampai hari ini kita minta di pusat untuk perbaikan jalan,” ucapnya.
Sementara itu, di daerah lain perbaikan jalan menggunakan anggaran Program Inpres Jalan Daerah (IJD) yang merupakan inisiatif pemerintah pusat untuk mempercepat peningkatan konektivitas dan memperbaiki kualitas jalan daerah yang rusak secara masif.
Bachrun yang merupakan Wakil Bupati di Kepemimpinan LM. Rusman Emba menuturkan, bahwa syarat dalam mendapatkan program IJD berkaitan dengan ketahanan pangan maupun jalan menuju obyek wisata.
“Seperti halnya jalan yang ada di desa Wawesa, itu masih bisa namun kalau jalan dalam kota diperbaiki menggunakan program IJD itu tidak bisa,” katanya.
Ia menyebutkan, saat ini telah mengusulkan program IJD jalan Wakumoro sampai Marobo, termasuk jalan Wadolau yang merupakan jalan menuju kebun masyarakat.
“Beberapa jalan itu, kita sudah mengusul di program IJD,” tuturnya.
Sementara Itu, Pemuda Muna, Ados Nuklir yang dikonfirmasi melalui telepon whatsappnya, menyoroti respon Bupati terkait jalan rusak mengungkapkan bahwa sebagai pemimpin harus punya inovasi, bukan memberi alasan.
“Kami memilih anda karena kami percaya Bapak mampu membawa perubahan bagi Kabupaten Muna. Namun ketika masyarakat mengeluhkan jalan rusak dan dijawab dengan alasan tidak ada anggaran, itu tentu sangat mengecewakan,” tutur Ados Nuklir.
Menurutnya, seorang pemimpin daerah seharusnya memiliki kreativitas dan inovasi dalam mencari solusi, khususnya dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ketergantungan terhadap bantuan pemerintah pusat tidak bisa terus dijadikan alasan dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Pemimpin harus mampu menghadirkan terobosan. Banyak potensi daerah yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan. Jangan hanya menunggu bantuan dari pusat, tetapi bagaimana daerah bisa mandiri dan berkembang,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, bahwa kondisi infrastruktur seperti jalan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus menjadi prioritas pemerintah daerah. Jika tidak segera ditangani, hal ini akan berdampak pada aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara luas.
Sebagai bagian dari masyarakat, pihaknya berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi dan mengambil langkah konkret dalam menjawab berbagai persoalan yang ada, khususnya terkait infrastruktur dan pengelolaan keuangan daerah.
“Sekarang kami, masyarakat menunggu bukti nyata, bukan sekadar pernyataan. Kepemimpinan diuji dari bagaimana menghadirkan solusi, bukan alasan,” Tandasnya.(ds/Iman/Ono)