Wamenkes: AI Mampu Akselarasi Paradigma Prediktif-Preventif Kesehatan

Listen to this article
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono (tengah) dalam Pembukaan Seminar Nasional Ikatan Laboratorium Kesehatan Indonesia (ILKI) 2026 pada Kamis (16/4/2026). (ds/ANTARA/HO – Kementerian Kesehatan)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, JAKARTA – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), membawa perubahan besar dalam dunia laboratorium kesehatan, termasuk menggeser paradigma layanan dari yang kuratif menjadi prediktif dan preventif.

 

“AI bukanlah ancaman, melainkan akselerator. AI menggeser paradigma layanan dari kuratif menjadi prediktif dan preventif. Namun nurani dan tanggung jawab profesional tetap tidak tergantikan oleh teknologi apa pun,” kata Wamenkes Dante di Jakarta, Jumat.

 

Sebagai seorang klinisi, Wamenkes Dante menyoroti hasil pemeriksaan laboratorium selalu menjadi hal yang paling ditunggu oleh pasien.

 

Dia menyebutkan laboratorium kesehatan memiliki peran kunci dalam penegakan diagnosis yang akurat, sekaligus fondasi penting dalam transformasi sistem kesehatan nasional.

 

Wamenkes juga mengingatkan di tengah pesatnya perkembangan teknologi, ada tantangan nyata, seperti kenaikan biaya reagen dan ketergantungan pada alat impor. Oleh karena itu kepemimpinan di sektor laboratorium dituntut untuk adaptif dan visioner.

 

“Pemimpin laboratorium masa kini harus AI aware dan mampu menyusun peta jalan digitalisasi, tanpa mengorbankan mutu, serta tetap berlandaskan akreditasi dan standarisasi,” katanya.

 

Pihaknya pun terus mendorong transformasi digital melalui integrasi platform SatuSehat dan Electronic Health Record (EHR), sehingga hasil laboratorium dapat diakses secara real-time dan memperkuat sistem surveilans kesehatan.

 

Selain itu pemerintah juga memperkuat jejaring Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) dari Tier 1 hingga Tier 5 melalui program InPULS, guna memastikan pemerataan kualitas layanan hingga ke pelosok daerah.

 

Wamenkes Dante mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus berinovasi demi memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.

 

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Pusat Ikatan Laboratorium Kesehatan Indonesia (ILKI) Purwanto menjelaskan pihaknya aktif mendukung pemerintah dalam penyusunan regulasi, termasuk keterlibatan dalam perumusan Peraturan Menteri Kesehatan terkait laboratorium kesehatan masyarakat.

 

“Kami turut membantu pemerintah dalam penyusunan regulasi, termasuk saat diminta berkontribusi dalam penyusunan Peraturan Menteri Kesehatan terkait Labkesmas,” ujarnya.

 

Melalui penyelenggaraan Seminar Nasional ILKI 2026, dia berharap terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, organisasi, akademisi, dan industri untuk mendorong kemajuan laboratorium kesehatan di Indonesia.(ds/Antara)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar