Imigrasi Medan Tanamkan Kesadaran Pelajar Tentang TPPO Sejak Dini

DINAMIKA SULTRA.COM, MEDAN – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan, Sumatera Utara, memberikan edukasi bagi kalangan pelajar untuk menanamkan kesadaran tentang praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) sejak dini.
Praktik perdagangan orang kerap bermula dari hal yang tampak biasa,” ujar Analis Keimigrasian Ahli Muda Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan Dimas Reo Wahyudi ketika memberikan edukasi di SMA Methodist 6 Medan, Jumat.
Ia menjelaskan, praktik tersebut sering berawal dari tawaran pekerjaan dengan iming-iming gaji tinggi tanpa prosedur yang jelas.
Untuk itu, ia menekankan pentingnya kewaspadaan serta pemahaman terhadap jalur migrasi yang aman dan legal.
“Sering kali korban tidak menyadari bahwa mereka sedang diarahkan ke situasi berisiko,” katanya.
Karena itu, ia mengatakan edukasi mengenai ancaman TPPO penting diberikan kepada semua pihak, terutama generasi muda di lingkungan sekolah.
“Pelajar perlu memahami prosedur yang benar sebelum memutuskan bekerja atau bepergian ke luar negeri,” ujarnya.
Menurut Dimas, siswa tidak hanya perlu mengenal fungsi paspor, melainkan juga memahami tujuan penggunaan, jenis visa, hingga legalitas proses keberangkatan.
Melalui edukasi tersebut, Imigrasi Medan mengingatkan bahwa setiap perjalanan ke luar negeri harus dimulai dari hal mendasar, yakni memahami prosedur, menjaga legalitas, serta tidak mudah tergiur jalan pintas yang berisiko.
Ketua OSIS SMA Methodist 6 Medan Kevin menyatakan, kegiatan tersebut membuka perspektif baru bagi dirinya dan teman-teman.
Ia menyadari selama ini masih banyak anggapan keliru terkait kemudahan bepergian ke luar negeri, termasuk untuk bekerja.
“Saya jadi lebih paham bahwa ke luar negeri tidak sesederhana memiliki paspor. Ada prosedur yang harus dipatuhi agar aman,” ujarnya.
Menurutnya, edukasi tentang TPPO sangat relevan bagi pelajar yang berada pada usia rentan terhadap berbagai pengaruh eksternal.(ds/Antara)