Pemkot Kendari Imbau JCH Jaga Kesehatan

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengimbau jamaah calon haji untuk menjaga kesehatan dan mewaspadai cuaca ekstrem di Tanah Suci untuk mendukung kelancaran ibadah.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari Hasria saat ditemui di Kendari, Sabtu, mengatakan kondisi cuaca panas di Tanah Suci yang diperkirakan mencapai 40 derajat Celsius menjadi faktor utama meningkatnya risiko kesehatan bagi jamaah.
“Cuaca ekstrem berpotensi memicu gangguan kesehatan, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). ISPA biasanya dipicu oleh cuaca ekstrem, faktor kelelahan, serta penularan saat berada di tengah kerumunan,” kata Hasria.
Dia menyebutkan bahwa selain ISPA, terdapat juga dua gangguan kesehatan lain yang bisa dialami, yakni penyakit jantung dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).
Menurut Hasria, kondisi tersebut tidak selalu berawal dari penyakit bawaan, namun bisa dipicu oleh kelelahan fisik yang hebat selama menjalani rangkaian ibadah.
“Karena itu, kami terus mengingatkan jamaah untuk mempersiapkan kondisi fisik dan mental secara matang sebelum keberangkatan,” ujarnya.
Ia mengimbau jamaah untuk membawa perlengkapan pelindung kesehatan secara mandiri, seperti vitamin, obat-obatan pribadi, masker, kacamata hitam, serta payung untuk melindungi diri dari paparan sinar matahari langsung.
“Jamaah juga diminta menjaga asupan cairan agar terhindar dari dehidrasi. Jamaah juga harus menyesuaikan aktivitas ibadah dengan kondisi tubuh masing-masing,” jelas Hasria.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Kendari Sunardin menyebutkan jumlah calon haji asal Kota Kendari tahun ini mencapai 546 orang.
Jamaah asal Kendari tersebut terbagi ke dalam lima kelompok terbang (kloter), yakni kloter 32, 34, 36, 39, dan 43.
“Keberangkatan akan dimulai pada 12 Mei 2026 dengan tiga penerbangan, kemudian dilanjutkan pada 13 Mei satu penerbangan,” tambah Sunardin.(ds/Ono)