BKKBN Kepri Targetkan 4.587 Akseptor KB Baru dan Ibu Pascapersalinan

Listen to this article
Pelayanan KB kepada akseptor oleh tenaga medis saat pelayanan KB serentak BKKBN Kepri (30/4/2026). (ds/ANTARA/HO-BKKBN Kepri)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, BATAM – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menargetkan 4.587 akseptor keluarga berencana (KB) baru dan juga KB untuk ibu pascapersalinan dalam rangka momentum Hari Ikatan Bidan Indonesia.

 

Kepala Perwakilan BKKBN Kepri Rohina mengatakan kegiatan tersebut berlangsung mulai 29 April hingga 22 Mei 2026 dan dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota di Kepulauan Riau.

 

“Kegiatan pelayanan KB ini sedang berjalan dari 29 April sampai 22 Mei, dengan target 4.587 akseptor. Kami fokus untuk menjaring akseptor baru dan juga pelayanan kepada ibu dalam waktu nifas atau 42 hari pascakelahiran,” ujar Rohina saat dihubungi di Batam, Senin.

 

Ia menjelaskan, layanan yang diberikan mencakup seluruh metode alat dan obat kontrasepsi, mulai dari suntik, pil, implan, Intrauterine Device (IUD) hingga metode operasi seperti tubektomi dan vasektomi.

 

“Semua jenis metode tersedia untuk perempuan dan juga untuk laki-laki,” katanya.

 

Menurut Rohina, pelayanan KB pascapersalinan dilakukan bertujuan mencegah kehamilan yang tidak direncanakan serta mendukung upaya penurunan stunting.

 

“Pendekatan ini untuk menghindari 4T, yaitu terlalu banyak anak, terlalu dekat jarak kelahiran, terlalu muda melahirkan, dan terlalu tua melahirkan,” ujarnya.

 

Ia menegaskan, program KB bersifat pilihan bagi masyarakat, sementara pemerintah berperan memberikan edukasi dan penyuluhan terkait manfaatnya.

 

“Keputusan tetap di tangan masyarakat, kami hanya memberikan edukasi dan mendekatkan jangkauan masyarakat terhadap layanan,” katanya.

 

Rohina menambahkan, capaian pelayanan KB pascapersalinan di Kepri pada 2025 telah memenuhi target nasional, dan untuk tahun ini target yang ditetapkan relatif sama.

 

“Target dari pusat sekitar 70 persen ibu melahirkan sudah ber-KB sebelum masa nifas selesai,” ujarnya.

 

Dalam pelaksanaannya, kader KB dan tenaga kesehatan juga melakukan pendekatan sejak masa kehamilan untuk menjaring peserta baru dan memastikan kesiapan ibu dalam mengikuti program KB.

 

“Kader melakukan pendekatan sejak ibu masih hamil agar setelah melahirkan dapat langsung terlayani,” katanya.

 

BKKBN Kepri berharap melalui kegiatan ini target yang telah ditetapkan dapat tercapai sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga.

 

“Kami berharap target tercapai dan kesadaran masyarakat untuk ber-KB semakin meningkat,” katanya.(ds/Antara)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar