Rutan Kendari Fasilitasi Kunjungan Idul Adha Bagi 911 Pengunjung

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) hingga saat ini telah memfasilitasi kunjungan saat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah bagi 911 pengunjung untuk bersilaturahmi dengan warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Rutan Kelas IIA Kendari Lendra Pratama Kastian saat ditemui di Kendari, Kamis, mengatakan bahwa layanan kunjungan khusus hari raya ini dibuka guna memberikan kesempatan bagi keluarga untuk bertemu langsung dengan warga binaan.
“Animo masyarakat sangat tinggi pada momentum Idul Adha tahun ini. Tercatat ada 911 orang pengunjung yang kami fasilitasi masuk, sementara untuk layanan penitipan barang bawaan dimanfaatkan oleh 107 orang,” kata Lendra.
Ia menambahkan, meski terjadi lonjakan jumlah pembesuk, seluruh rangkaian pelayanan berjalan dengan aman, tertib, dan humanis.
Lendra menyampaikan jika kunjungan tersebut masih terus bertambah hingga saat ini.
Hal itu karena kunjungan tersebut dibuka dua hari, yakni 27dan 28 Mei 2026.
“Terakhir hari ini, kami memberikan kesempatan untuk mereka yang mempunyai keperluan bertemu dengan para tahanan maupun WBP di Rutan Kendari,” ujarnya.
Di momen ini, Lendra mengajak para warga binaan untuk memaknai Idul Adha sebagai momentum meningkatkan rasa syukur serta memperdalam implementasi nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
“Untuk Idul Adha ini, kami juga telah berkurban dua ekor sapi,” jelasnya.
Lendra menjelaskan daging-daging kurban tersebut selanjutnya disalurkan dan dibagikan secara langsung kepada masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan operasional Rutan Kelas IIA Kendari.
“Melalui pelayanan dan aksi sosial ini, kami berharap dapat terus menghadirkan dampak positif serta mempererat hubungan harmonis antara institusi pemasyarakatan, warga binaan, dan masyarakat luas,” tambahnya.
Data penelusuran menyebutkan, jumlah warga binaan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Kendari saat ini berada di kisaran 680–760 orang, tergantung waktu pendataan.
Pada Februari 2026, penghuni tercatat 684 warga binaan dan tahanan, sementara kapasitas ideal hanya 252 orang.
Sebelumnya, pada November 2025, penghuninya tercatat 757 orang, namun data lain pada periode yang sama bahkan menyebut 767 warga binaan.(ds/Ono)